Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bentor Gorontalo Kepada GRAB & GO-JEK : Selamat Datang Saudaraku

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 23 April 2018 | 08:00 WITA Tag: , , , , , , ,
  


“Saya pribadi – mewakili abang bentor Gorontalo – sangat mengapresiasi langkah pemerintah, sekarang tinggal kapan akan berjalannya bentor Online ini dan juga kami tidak lagi mempermasalahkan adanya Grab di Gorontalo”

Hargo.co.id, Gorontalo – Tinggal hitungan jam, Bentor resmi akan bermitra dengan GO-JEK Indonesia — atas prakarsa Pemerintah Kota Gorontalo bekerjasama dengan Ikatan Pengemudi Bentor (IPB) Provinsi Gorontalo.

Liputan Oleh : Vanrobin Musa & Aslan Akuba

“Kami menerima dengan senang hati adanya masukan dari Pemerintah Kota, mengingat semua ini demi kesejahteraan para abang bentor juga. Dengan begitu kami juga bisa bersaing dengan taksi online.”
Pemerintah dan masyarakat tidak begitu saja meninggalkan bentor-bentor yang ada di Gorontalo. Sebab ini adalah kendaraan lokal yang perlu dibanggakan. [Iwan Abdul Latif – Ketua Ikatan Pengemudi Bentor (IPB) Provinsi Gorontalo]

Baca : Becak Motor (Bentor), Siap Bersaing dengan Taksi Online 

Kru redaksi hargo.co.id pada Sabtu (21/4) pukul 11:00 WITA, melakukan wawancara singkat dengan sejumlah pengemudi bentor di beberapa titik pangkalan bentor, yang ada di Kota Gorontalo.

BACA  Pemprov Gorontalo Siapkan Rp 1 Miliar untuk Lahan Secaba
Tak Kenal Maka Tak Sayang

Usman Romy Pautina (42) asal Wumialo, ditemui di pangkalan bentor depan SMAN Negeri 3 Kota Gorontalo, sangat setuju dengan adanya GO-JEK yang dinilai nantinya akan cukup membantu dan memudahkan pekerjaannya.

“Saya sendiri sangat setuju dengan adanya GO-JEK di Gorontalo, namun jika ada yang tidak mendukung, itu karena beberapa hal yang dinilai agak memberatkan untuk kita abang bentor, misalnya dari segi fasilitas, yaitu penggunaan handphone untuk aplikasi Go-jek tersebut,” ujarnya. Pasalnya, sebagian besar dari pengemudi bentor di Gorontalo belum memiliki handphone berbasis android.

Beda lagi pendapat Supardin Ibrahim (34) yang nampak kurang setuju, namun ia punya alasan yang tepat dan masuk akal, “Dari saya pribadi kurang peduli dengan hadirnya Go-jek di Gorontalo, karena saya lebih suka (sudah terbiasa, red) manual mencari penumpang sendiri dan alhamdulillah selama 20 tahun jadi abang bentor saya mampu mencukupi keluarga” Pungkasnya.

BACA  Razia Protokol Kesehatan Hingga Pandemi Covid-19 Berakhir
Pengemudi Bentor Berharap difasilitasi HP Android

Di pangkalan bentor depan Makro Supermarket, Yusrin Umar (45) “Saya bangga dan setuju bahkan saya sudah mempersiapkan berkas untuk mendaftar sebagai Go-jek.”

Lewat kesempatan ini Yusrin menambahkan “Saya sangat berharap mudah-mudahan GO-JEK dapat memfasilitasi saya dengan handphone Android.”

Di pangkalan bentor depan Mufidah (kompleks UNG), Hendra Laiya (33), pria asal Bulango selatan itu sangat bangga dengan kehadiran GO-JEK, “saya sangat suka dan setuju saja dengan hadirnya GO-JEK, tapi sayang GO-JEK belum sampai di kabupaten” imbuhnya.

Pilih! Cari di Jalan atau Tunggu Panggilan

Tanggapan Fikranto Mohamad (24) terbilang logis, pria yang kesehariannya mangkal di depan SMA Negeri 1 Gorontalo ini mengutarakan, daripada dengan cara manual (mencari penumpang) dan tentunya dari sisi penggunaan bahan bakar tidak efisien, lebih baik pakai GO-JEK saja.

“Hadirnya ojek online ini sangat membantu, jika kita sudah mendaftar nantinya tidak susah-susah cari penumpang, tinggal tunggu di tempat, menunggu pesan masuk dari pelanggan kita nanti.” ujar Fikranto.

BACA  Pengemudi Ngantuk, Mobil Mini Bus Hantam Pohon di Tepi Jalan

Baca : Keren! Bentor Jadi Mitra GO-JEK

Adanya Pengakuan

Tanggapan lainnya datang dari Syahril Akase (30), di Pangkalan Mall Gorontalo, ia pun jauh-jauh hari sudah mempersiapkan berkas untuk mendaftarkan diri di GO-JEK. Ada harapan mulia — dari abang bentor yang beralamat di Donggala ini — kepada Pemerintah, yakni untuk segera membuat Peraturan Daerah, “Untuk selanjutnya saya mengharapkan kepada Pemerintah agar segera membuat Peraturan Daerah (PERDA) tentang Bentor,” ujar syaril.

Syahril menambahkan “Saya pribadi mewakili abang bentor Gorontalo sangat mengapresiasi langkah pemerintah, sekarang tinggal kapan akan berjalannya bentor Online ini, dan juga kami tidak lagi mempermasalahkan adanya Grab di Gorontalo,” tutup Syahril bijak.

“Para abang bentor jangan mau ketinggalan informasi teknologi, buktikan kepada masyarakat bahwa abang bentor bisa bersaing dengan taksi online.” [Charles Budi Doku – Plt. Walikota Gorontalo]

Klip Video Wawancara


Komentar