Kamis, 26 November 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Berbicara Aset Terbesar Indonesia, Pidato Jokowi Dikecam

Oleh Aslan , dalam Kabar Politik , pada Selasa, 7 Agustus 2018 | 10:36 WITA Tag: , ,
  


hargo.co.id, JAKARTA – Setelah banyak dikecam dan dikritik pedas terkait pidatonya, Presiedn Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara. Presiden justru balik ‘membalas’ dan meminta agar pidatonya itu dipahami secara utuh.

Demikian disampaikan Joko Widoo di Ancol, Jakarta Utara pada Senin (6/8/2018). “Itu siapa yang ngomong! tonton yang komplet dong,” tegasnya. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan, apa yang ia sampaikan dalam pidatonya sekedar menyampaikan aset terbesar Indonesia selama ini.

BACA  Hamim Pou Tampil Elegan di Debat Cabup

“Kan saya sampaikan bahwa aset terbesar kita adalah persatuan, kerukunan,” jelasnya. Karena itu, ia menegaskan agar tak menyebar kebencian dan saling menyerang satu sama lain. “Oleh sebab itu jangan sampai, membangun kebencian, saling mencela, saling menjelekkan. Itu yang saya sampaikan,” tegas dia lagi.

Sebaliknya, ia menyarankan agar menyimak pidatonya itu secara utuh dari menit awal sampai akhir. Tidak dengan hanya dipotong-potong di bagian tertentu saja. “Jangan diambil sepotongnya saja. Nanti yang enak yang mengomentari kalau seperti itu,” katanya.

BACA  Elnino Ngaku Kewalahan Debat dengan Tomy Ishak

“Dilihat semuanya secara keseluruhan. Konteksnya akan kelihatan,” pungkasnya. Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya saat berbicara di hadapan relawannya di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

BACA  Diisukan Mundur, Kedatangan Dicky Gobel Tak Dijemput Rustam

Saat itu, Joko Widodo meminta relawan tidak usah mencari musuh atau memulai permusuhan.Akan  tetapi, ia juga menyampaikan kepada para relawannya agar tak mundur jika akhirnya ditantang berantem.

“Ingat! Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah,” “Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan,”

“Tapi kalau diajak berantem juga harus berani,” ucapnya kala itu. (JPG/ruh/pojoksatu/hg)

sumber : pojoksatu.id


Komentar