Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Berburu Takjil di Jalan Ahmad Yani Kota Gorontalo 

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Ragam , pada Rabu, 21 April 2021 | 00:05 WITA Tag: , ,
  Pedagang menjajakan makanan untuk berbuka puasa berupa takjil dan makan berat pada salah satu tempat di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Gorontalo. (Foto: Istimewah/Nurhilmi Hasan untuk Hargo)


Hargo.co.id, GORONTALO – Masih bercerita tentang kawasan berburu takjil di Kota Gorontalo. Selain di depan Kampus I Universitas Negeri Gorontalo (UNG), kawasan yang kerap menjadi lokasi berburu takjil yakni di Jalan Ahmad Yani.

Jika menelusuri Jalan Ahmad Yani dari Bundaran Saronde, cukup banyak penjual takjil ditemukan. Baik yang sudah ada sejak lama, maupun yang hadir hanya saat Ramadan tiba. 

Mulai dari rumah makan yang menyajikan sate ayam, sapi dan lainnya. Selanjutnya, di depan Cafe Sera yang menyiapkan berbagai kue untuk berbuka puasa. 

Tak hanya di situ, penjual takjil juga ditemukan tepat di perempatan Kawasaki. Cukup banyak pilihan di tempat itu, dan harganya juga terjangkau. Selain kue, di kawasan itu juga menjual makanan seperti nasi dan lainnya. 

Sebelum tiba di pintu gerbang UNG, kita masih menemukan penjual takjil di seputaran RM Regal, penjual Coto Makassar, Je’ne Berang dna lainnya. 

Pantauan hargo.co,id, Selasa (20/04/2021), pukul 16.49 Wita, ketika fokus di depan Cafe Sera, sudah banyak pembeli yang berburu takjil. Sedangkan pedagang sudah bersiap menjajakan dagangannya sejak siang hari. 

Sepanjang kurang lebih 6 meter tempat yang digunakan untuk menjajakan dagangan mereka. Banyak menu takjil yang diperjualbelikan, serta sudah ditata rapi dan pastinya tetap memperhatikan kehigienisannya. 

“Jadi kami jualan kue sesuai dengan standar yang diminati di Gorontalo. Sepeprti kue cantik manis, dadar, lumpia, balapis, pisang kukus, gabin fla, donat, putu, resoles, cara isi ikan, popolulu, salad, puding, kolak pisang dan masih banyak lagi. Selain takjil kami juga menjual makanan berat seperti nasi kuning, nasi putih, dan lauk,” jelas Anton penjual takjil.

Dengan kisaran harga yang terjangkau, yaitu dari harga takjil Rp 8.000 hingga Rp 13.ribu. Sementara makanan beratnya dari Rp 10 ribu hingga Rp 14 ribu, masyarakat Gorontalo sudah dapat menikmati berbagai jenis makanan. 

Menarik peminat pembeli tentunya berbagai strategi yang digunakan oleh setiap penjual. Mengingat persaingan saat ini memang mengharuskan kita untuk berpikir secara kreatif agar dapat menarik minat pembeli.

“Banyaknya orang yang sering mampir ke sini, karena memang tempat jualannya termasuk jalan favorit yang banyak dilalui orang-orang. Terus spek nya juga besar, dan bisnis jualan takjil ini memang sudah lama ada,” tambah Anton.

Selain itu, para penjual maupun pembeli yang datang diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan yaitu jaga jarak dan tetap menggunakan masker. (hilmi/ung/hargo).

BACA  Pasar Senggol Dilarang, Legislator Menara Meradang 

Komentar