Sabtu, 27 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Berburu Takjil, Popaco dan Lalampa Diminati

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Metropolis , pada Sabtu, 19 Mei 2018 | 13:31 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Setiap Ramadan tiba, atau jelang buka puasa, ada hal yang menarik yakni berburu takjil. Berbicara soal yang satu ini, dari penelusuran wartawan Gorontalo Post (Hargo.co.id), nampaknya popaco dan lalampa paling diminati.

Apalagi aneka jualan tersebut dibandrol dengan harga yang relatif murah sehingga dapat dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat. Fatmawati, salah satu pedagang takjil asal Kelurahan Biawu,Kota Gorontalo, mengaku mulai menggelar dagangannya sekitar pukul 14.00 sampai 17.30 wita.

Dirinya mengakui, menjadi pedagang kue pada bulan Ramadan sudah dilakukan sejak 2010 lalu. Saat itu, setiap menjelang bulan Ramadan, beberapa hari sebelumya, dirinya sudah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan yang berhubungan dengan kelengkapan jualan, seperti tenda maupun meja.

BACA  'Si Jago Merah' Kembali Mengamuk, Satu Unit Rumah Terbakar

Kue-kue yang dititipkanpun beraneka ragam, dari popaco (kue perahu), panada, nona manis, balapis, lalampa, lopes dan beraneka ragam kue lainnya.

“Kalau yang cepat laris itu kue popaco dan lalampa, tapi semuanya laku terjual,” ujar Fatmawati menerangkan.

Selama menjadi pedagang takjil di bulan ramadan, Fatmawati mengaku mendapat keuntungan yang tidak tetap. Sesuai dengan pengalamannya berdagang selama ini, ada juga saat dimana kue tidak habis terjual.

BACA  Pencabulan Marak, Warga Singgung Penerapan Hukum Kebiri

Mengenai sistem pembagian hasilnya, Fatmawati menyebutkan bahwa kue-kue tersebut dipatok oleh penitip dengan harga Rp. 1.000 kemudian dijualnya kembali dengan harga Rp. 1.250.

“Jadi per buahnya kita untung Rp. 250, dan rata-rata setiap harinya kita menghabiskan Rp 1.000 buah kue. Bahkan pada hari pertama puasa kue yang ditipkan sebanyak Rp 1.200 buah, semuanya laku terjual,” kata Fatmawati.

BACA  Terkait Bom Ikan, Polairud Tahan Tiga Warga di Torosiaje

Bukan hanya Fatmawati, hal senada juga dituturkan Tune Muhamad, pedagang takjil yang juga tidak berjauhan dengan tempat berjualan Fatmawati. Kesibukan mempersiapkan tempat berjualanpun telah lakukan jauh-jauh sebelumnya.

Untuk tenda tempat berjualan, Tune Muhamad menyewa dari seseoramg dengan harga Rp. 1,2 juta yang akan digunakan selama satu bulan penuh selama bulan Ramadan.

“Untungnya tidak begitu besar, hanya berapapun yang nantinya saya dapatkan, ya disukuri ajalah,”kata Tune Muhamad. (tr60-gp/hg)


Komentar