Senin, 17 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Beredar Kabar Tawuran Pelajar Diprovokasi Oknum Tertentu 

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Kamis, 2 Desember 2021 | 19:05 PM Tag: , , ,
  Tawuran yang terjadi antara siswa SMK 1 Limboto dengan SMA 1 Tibawa. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)

Hargo.co.id, GORONTALO – Salah satu keluarga siswa yang menjadi korban tawuran antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Limboto dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tibawa, Meilan Toyani (30), melaporkan kejadian ini ke Mapolres Gorontalo. Dirinya juga menyesalkan sikap salah seorang oknum guru yang terkesan memprovokasi siswa sehingga terjadi tawuran. 

Berdasarkan penuturan Meilan Toyini, saat peristiwa itu terjadi, ada salah seorang oknum guru SMK Negeri 1 Limboto yang berada di lokasi kejadian. Namun, kata Meilan Toyini, guru tersebut bukannya melarang, namun malah mengeluarkan kata yang seakan-akan memprovokasi siswa. 

Tawuran yang terjadi antara siswa SMK 1 Limboto dengan SMA 1 Tibawa. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)
Tawuran yang terjadi antara siswa SMK 1 Limboto dengan SMA 1 Tibawa. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)

“Guru tersebut bilang, ‘tada’ yang berarti ‘hajar’. Seorang guru tidak seharusnya melakukan hal tersebut,” ungkap Meilan Toyani saat melaporkan kejadian ini di Mapolres Gorontalo, Selasa (30/11/2021). 

Lalu dari mana Meilan Toyini mengetahui hal tersebut? Keterangan yang diberikan bahwa itu diperoleh dari penuturan teman teman adiknya yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. 

Dirinya mengaku belum melakukan komplain dan klarifikasi ke pihak sekolah SMK 1 Limboto dan lebih memilih melaporkan hal tersebut ke pihak Kepolisian. Menurut Meilan Toyini, selain dapat menimbulkan efek jera, Polisi juga bisa memediasi atau memberikan solusi atas kejadian tersebut.

“Saya dan dari pihak keluarga menyayangkan kejadian ini. Mereka sudah menganiaya adik saya dan merusak motor milik saudara saya,” kata Meilan Toyini. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Agung Gumara Samosir saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih dulu dengan meminta keterangan pelapor dan saksi-saksi.

“Kami akan lakukan penyelidikan lebih dulu terhadap pelapor, lalu memanggil saksi-saksi. Setelah itu, baru pihak guru dan orang tua,” kata Iptu Agung Gumara Samosir kepada sejumlah awak media.

Keluarga korban tawuran, Meilan Toyani saat melaporkan kejadian ini di Mapolres Gorontalo. (Foto: istimewa)
Keluarga korban tawuran, Meilan Toyani saat melaporkan kejadian ini di Mapolres Gorontalo. (Foto: istimewa)

Dihubungi secara terpisah, Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Limboto, Sumitro K. Panto membantah tudingan terkait adanya seorang guru yang memprovokasi siswa hingga terjadi tawuran. Menurutnya, dirinya hanya menerima informasi terkait adanya peristiwa tawuran tersebut. Meski begitu, dirinya memastikan tidak ada guru yang berada di lokasi kejadian, apalagi sampai berkata seperti itu.

“Siapa guru itu?. Ada beberapa tempat yang menjadi lokasi kejadian. Ini ‘kan mereka (siswa SMAN 1 Tibawa) yang datang ke lokasi SMKN 1 Limboto, berarti mereka yang mulai ini. Tapi tidak ada guru yang sampaikan begitu, guru siapa?,” ucap Sumitro K. Panto.

Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terkait siswa yang terlibat dalam insiden tawuran itu. Jika ditemukan siswa yang terlibat, kata Sumitro K. Panto, pihaknya akan memberikan pembinaan hingga menjatuhkan sanksi bagi para siswa tersebut.

“Tetap kita berikan pembinaan dan sanksi kalau misalnya ini sudah ada orangnya itu. kita masih mencari data-datanya, siswa siswa yang terlibat. ‘Kan kita tidak tahu orang orang nya siapa,” kata Sumitro K. Panto. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 394 times, 1 visits today)

Komentar