Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Beredar Video RG ‘Ngamuk’ Karena Dibuntuti

Oleh Jamal De Marshall , dalam Headline Metropolis , pada Senin, 21 Mei 2018 | 23:21 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Politisi NasDem yang juga pengusaha nasional, Rahmat Gobel (RG) ‘ngamuk’ gara-gara merasa dibuntuti oleh Kesbangpol. Sejumlah kekesalan Rahmat Gobel diungkapkan ketika memergoti Kesbangpol tengah membuntutinya. Ini terungkap ketika video Rahmat Gobel, ngamuk’ viral di media sosial.

Video dengan durasi 1 menit 54 detik itu, menampilkan Rahmat Gobel tengah memberi sambutan di depan para kader NasDem. Rahmat Gobel menyampaikan jika dirinya tak terima dibuntuti terus oleh Kesbangpol. Pada video itu, tiba-tiba saja Rahmat Gobel meminta kepada salah satu pegawai Kesbangpol agar duduk di depan bersama undangan lainnya. Ini terjadi saat Rahmat Gobel berkunjung ke Pohuwato.

“Saya diberitahu kalau kegiatan kita dari titik pertama, sampai dengan di titik saat ini, dimata-matai oleh Kesbangpol. Jadi saya minta petugas Kesbangpol-nya maju ke sini, dan duduk di depan agar bisa menyimak dan menulis isi penyampaian saya dengan baik,” kata Rahmat Gobel.

Menurut Rahmat Gobel, dirinya tidak bisa memarahi petugas Kesbangpol yang ditugaskan untuk mematamatai kegiatannya selama berada di Gorontalo. Karena seorang pamong dituntut loyal kepada atasannya, agar tidak mendapat sanksi.

BACA  Ngunduh Mantu, Proses Penjemputan Mempelai Wanita oleh Orang Tua Mempelai Pria

“Saya tidak marah kepada anda, karena anda hanya diberi tugas. Karena itu sampaikan pesan saya kepada pimpinan anda. Jangan bermain kasar dengan saya. Karena saya tidak suka mengasari orang. Saya tahu semua pejabat yang terlibat skandal korupsi di Gorontalo. Tapi saya bukan tipe orang yang mau menggunakan kekuasaan untuk kepentingan politik,” kata Rahmat Gobel.

Dirinya sendiri semula menduga, kehadiran Kesbangpol di sela-sela kunjungannya ke Gorontalo, terkait dengan keberadaannya sebagai pejabat negara yang berkunjung ke daerah. Tapi ternyata, hanya untuk mematamatai aktivitasnya.

BACA  Terlibat Kasus Narkoba, Oknum Polisi Ini Dipecat dan Pidana 9 Tahun

“Awalnya saya santai-santai saja. Ternyata saya hanya dimatamatai. Sepertinya saya diperlakukan ibarat seorang teroris yang semua aktivitas saya harus diawasi”, kata mantan Mentri Perdagangan ini.

Video tersebut bereda di youtube dengan nama Ragmat Gobel ancam bongkar kasus korupsi di Gorontalo. Sudah ditontong 132 kali sejak dipublikasikan pada Ahad, 20 Mei 2018 oleh Media Cerdas Bangsa.

Video

Menanggapi viralnya video tersebut, Sekretaris DPW NasDem Provinsi Gorontalo, Yuriko Kamaru bahwa itu terjadi secara spontanitas. “Itu spontanitas dari pak Rahmat Gobel,” ungkap Yuriko.

Menurutnya, ketika itu Kesbangpol melakukan tugas untuk memantau kegiatan dari Partai NasDem di Pohuwato, tapi harusnya bisa berkoordinasi juga dengan partai. Karena, kegiatan yang berlangsung di Pohuwato saat itu adalah kegiatan internal partai.

BACA  Simpan Narkoba dalam Sepatu, Dua Calon Penumpang Lion Air Diciduk

“Di Pohuwato itu, kita melakukan kegiatan internal, tentang saksi. Memang dalam aturan kita memberitahukan langsung kepada Panwas, karena itu sudah aturan. Dan kita melaksanakan sesuai dengan aturan,” ungkapnya.

Ia menyebut, NasDem memahami kinerja Kesbangpol, tetapi bisa berkoordinasi juga dengan partai yang memiliki acara.

“Kalau diberitahukan dari Kesbang, kita bisa persilahkan duduk didepan. Kita paham dengan tugas dari Kesbang. Tapi jangan terkesan seakan mematamatai kegiatan dari partai dan pak Rahmat Gobel,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Fasilitasi Pembinaan Politik Kesbangpol Provinsi Gorontalo, Masran Rauf mengatakan, monitoring dan pemantauan aktivitas politik di daerah merupakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Kesbangpol yang diatur dalam undang-undang. (wan-gp/hg)


Komentar