Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Berhasil, Pasukan Iraq Terus Merebut Kota dari ISIS

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Dunia , pada Kamis, 24 Agustus 2017 | 13:03 Tag: ,
  

Hargo.co.id – Langkah pasukan Iraq untuk merebut kembali Kota Tal Afar dari tangan militan negara Islam atau ISIS mulai menampakkan hasil positif meski masih sedikit. Hingga kemarin, mereka menguasai 3 di antara total 18 distrik di Tal Afar. Yaitu, Distrik Al Kifah, Al Nur, dan Al Askari.

Diperkirakan, masih ada seribu militan yang bercokol di Tal Afar. Namun, Iraq yakin perang akan berlangsung dalam hitungan pekan, bukan bulan seperti saat merebut Mosul.

’’Semua jaringan pertahanan ISIS di luar kota telah hancur dan pasukan (Iraq) menyerbu dari segala penjuru menuju pusat kota,’’ ujar Ahmed Al Assadi, juru bicara pasukan paramiliter Hashed Al Shaabi. Mereka adalah koalisi pasukan paramiliter yang membantu tentara dan polisi Iraq memerangi ISIS.

Ketika merebut distrik-distrik Tal Afar, pasukan Iraq juga menemukan jaringan terowongan bawah tanah yang dibuat ISIS. Mungkin terowongan itu dipakai untuk melarikan diri ataupun melakukan serangan ke wilayah yang sudah ditaklukkan.

Melumpuhkan pertahanan terakhir ISIS di Iraq tidak mudah. Militan di Tal Afar, tampaknya, sudah bersiap menghadapi serangan. Mereka belajar dari operasi pasukan Iraq saat merebut Kota Mosul berbulan-bulan lalu. Pasukan darat yang menyerang Tal Afar harus berhadapan dengan begitu banyak ranjau dan kendaraan berisi bom yang diarahkan ke mereka.

Militer Iraq berusaha meminta bantuan penduduk dengan menyebar pamflet sebelum serangan dilakukan. Intinya adalah meminta penduduk menandai rumah-rumah yang di dalamnya terdapat militan ISIS. Belum diketahui teknik tersebut berhasil atau tidak.

Sejak operasi merebut Tal Afar diluncurkan Minggu (20/8), ribuan penduduk melarikan diri. Namun, masih ada sekitar 30 ribu warga sipil yang terjebak di tengah pertempuran. Peluang mereka untuk lari kian kecil. Sebab, jika ketahuan, mereka akan dieksekusi ISIS. Bila mereka berada di rumah masing-masing, masih ada kemungkinan bom yang dijatuhkan pasukan koalisi salah sasaran dan mengenai mereka.

Badan Pengungsi PBB (UNHCR) khawatir jika penduduk sipil di Tal Afar dijadikan tameng hidup oleh ISIS. Upaya itu pernah ISIS lakukan ketika pasukan Iraq menggempur Mosul. ’’Mereka yang lari lewat wilayah gurun berhadapan dengan temperatur yang mencapai 43 derajat Celsius,’’ ujar Kepala Danish Refugee Council (DRC) untuk Wilayah Dohuk, Iraq, Viren Falcao.

Peluang dehidrasi sangat besar karena para pengungsi tersebut menempuh perjalanan lebih dari 10 jam. PBB dan berbagai lembaga kemanusiaan lainnya telah membuat selter-selter di sekitar Tal Afar untuk menampung penduduk yang berhasil melarikan diri. (*)

(AFP/Reuters/sha/c14/any)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar