Jumat, 16 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



13 ABK Positif COVID-19, KM Ciremai Berhenti Beroperasi 14 Hari

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 24 April 2020 | 08:05 WITA Tag: , , ,
  KM Ciremai (kiri) melintas di Selat Madura saat KM Gunung Dempo (kanan) akan bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id,  JAKARTA – Sebanyak 13 orang anak buah kapal KM Ciremai dinyatakan terjangkiti COVID-19 usai menjalani pemeriksaan kesehatan serta rapid test di Ruang Tunggu Terminal Penumpang Nusantarapura Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (22/4).

Seperti yang dilansir jpnn.com, “Saat ini para ABK tersebut telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit,” kata Kepala Kesekretariatan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Sedangkan 101 kru lainnya yang terindikasi negatif akan melakukan isolasi secara mandiri di atas kapal dengan pengawasan yang ketat dari manajemen dan KKP Tanjung Priok.

BACA  Vaksinasi dan Tes Swab Bisa Membatalkan Puasa?

Selama melaksanakan isolasi di atas kapal, seluruh kru telah diinstruksikan untuk tetap melaksanakan pola hidup bersih dan sehat sesuai yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan, serta memanfaatkan waktu berlabuh atau portstay untuk mengatur pola aktivitas dan istirahat guna meningkatkan imunitas dan daya tahan tubuh di tengah pandemi COVID-19.

Yahya menambahkan manajemen terus meningkatkan pengawasan terhadap kesehatan seluruh petugas kapal (nakhoda dan ABK) sesuai dengan pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) dalam hal penanganan COVID-19 pada seluruh armada kapalnya.

BACA  Kontingen Indonesia Dicoret dari All England, Dede Yusuf Marah dan Kecewa ke BWF

Manajemen juga akan terus memantau perkembangan kesehatan seluruh kru setiap harinya.

Kapal direncanakan akan melakukan portstay dan karantina selama 14 hari ke depan dan akan dievaluasi perkembangannya kemudian.

Saat ini posisi kapal tengah berlabuh (portstay) di Luar Dam Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh otoritas yang terlibat dalam melakukan pengawasan dan penjagaan terhadap kru kami yang melakukan isolasi mandiri di kapal,” tambahnya.

KM Ciremai merupakan salah satu kapal penumpang milik PT Pelni (Persero) dengan kapasitas 2000 pax. Kapal juga dapat mengangkut muatan kontainer serta kendaraan.

BACA  Masuk Wilayah PNG Tanpa Dokumen, Gubernur Papua Lukas Enembe di Deportasi

Di tengah pandemi COVID-19, kapal dijadwalkan melayani rute Tanjung Priok – Surabaya – Makassar – Baubau – Sorong – Biak – Jayapura – Biak – Sorong – Namlea – Baubau – Makassar – Surabaya – Tanjung Priok.

“Kapal akan Omisi Manokwari dan deviasi ke Namlea,” tutup Yahya.(antara/jpnn/hg)

 

 

 

 

 

*) Artikel telah diterbitkan oleh jpnn.com dengan judul yang sama. Pada edisi Kamis, 23 April 2020

Komentar