Selasa, 2 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Beringin Pohuwato Tak ‘Pede’ Tanpa Syarif Mbuinga

Oleh Ryan Lagili , dalam Gorontalo Headline Kabar Politik , pada Minggu, 19 Juli 2020 | 23:05 WITA Tag: ,
  Syarif Mbuinga


Hargo.co.id, GORONTALO – Tanda-tanda bakal terjadinya regenerasi kepemimpinan di tubuh Golkar Pohuwato, belum terlalu kelihatan. Kalaupun ada, tandanya masih agak kabur. Padahal, peluang regenerasi itu sangat terbuka. Bahkan sudah di depan mata.

Informasi yang berhasil dihimpun, pekan depan, tepatnya 22-23 Juli, Golkar Pohuwato akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) DPD II. Untuk memilih Ketua Partai yang akan menahkodai Golkar Pohuwato, dengan durasi jabatan lima tahun ke depan.

Tapi mendekati hajatan internal Golkar lima tahunan itu, kader partai berlogo pohon Beringin Rindang itu masih mendorong Syarif Mbuinga ikut Musda.

Meski, Syarif Mbuinga sudah tiga periode atau 15 tahun memimpin Golkar Pohuwato dari sejak 2005 silam. Jadi, kalaupun maju dan terpilih, Syarif Mbuinga bisa memecah rekor baru di tubuh Golkar. Empat periode atau 20 tahun menduduki kursi ketua.

BACA  Gubernur Gorontalo Minta Mars Korpri Wajib Diputar di Radio

Semacam ada rasa was-was dari kader Golkar, bila Syarif Mbuinga tak lagi memimpin Golkar Pohuwato. Dominasi Golkar dalam setiap kontestasi politik di Pohuwato baik Pilkada dan Pileg dikhawatirkan bisa berakhir.

Dorongan agar Syarif Mbuinga maju di Musda, datang dari kader Golkar yang justru digadang-gadang bakal menjadi pengganti Syarif Mbuinga. Yaitu Iwan Syafrudin Adam. Kader Golkar yang bakal menjadi calon Golkar di Pilkada Pohuwato itu menyatakan, demi menjaga soliditas partai menghadapi Pilkada, dia menginginkan Syarif Mbuinga tetap memimpin Golkar Pohuwato.

“Jika memang diberi ruang dan diberi kepercayaan, maka saya pun akan siap. Cuma memang, sebenarnya kalau masih bisa pak Syarif, kenapa tidak. Untuk menjaga soliditas menghadapi Pilkada. Saya bersama teman-teman kader lain lebih sepakat agar pak Syarif maju lagi,” ungkapnya.

BACA  Kadis PUPR dan Perkim Provinsi Gorontalo Raih Profesi Insinyur

Dalam bursa calon Ketua DPD II, ada tiga kader Golkar yang digadang-gadang. Selain Iwan Adam yang menempati jabatan Ketua Komisi II di DPRD Pohuwato, juga mencuat nama Nasir Giasi yang menjabat Ketua DPRD Pohuwato dan Beni Nento, Ketua Komisi III DPRD Pohuwato.

Sekretaris DPD II Golkar Pohuwato, Al Amin Uduala mengakui, kalaupun Syarif Mbuinga tak lagi menjadi Ketua DPD II, Golkar Pohuwato akan menghadapi tantangan berat. Mempertahankan keberhasilan Golkar semasa kepemimpinan Syarif Mbuinga, hingga membawa kemenangan Golkar di Pilkada Pohuwato nanti. Sehingga menurutnya, kalaupun ada regenerasi, pengganti Syarif harus orang yang tepat.

BACA  Wagub Gorontalo Ajak Warga Laporkan SPT Tahunan Lewat E-Filling

“Pasca Syarif, Golkar butuh orang yang punya kemampuan membawa kebesaran partai di Pemilu akan datang,” ucapnya.

Al Amin mengakui, Musda DPD II Golkar Pohuwato tahun ini akan sangat berbeda dengan Musda sebelumnya. Karena hasil Musda akan sangat berpengaruh pada konstelasi politik di tubuh Golkar jika pucuk Pimpinan Golkar Pohuwato jatuh pada orang yang kurang tepat.

“Artinya, apa yang menjadi kebiasaan pak Ketua (Syrif,red) selama menjabat di tiga periode ini, jika tidak tumbuh di partai dengan pemimpin yang baru, maka tentu akan ada perubahan di Golkar itu sendiri,” tandasnya. (ryn/hg)


Komentar