Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Berkali-kali Diteror, Komisi III Minta Polri Tingkatkan Kewaspadaan

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Sabtu, 1 Juli 2017 | 22:44 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id – Dua kasus serangan yang menimpa personel Polri dalam pekan ini menjadi sinyal penting di korps Bhayangkara. Aparat keamanan itu diminta untuk meningkatkan kewaspadaannya.

“Ini bukan serangan yang biasanya dilakukan para pelaku teror kepada polisi,” ujar Anggota Komisi III DPR, Abdul Kadir Karding dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Minggu (1/7).

Personel Brimob

Personel Brimob (Cecep Mulyana/Batam Pos/JawaPos.com)

Bahkan serangan teror serupa terhadap personel Polri juga terjadi sebelumnya. Seperti di Sarinah Thamrin Jakarta, dan di Halte Busway Kampung Melayu. Namun baru sekarang polisi mendapat serangan di dalam masjid bahkan saat sedang melakukan salat.

“Saat seseorang yang beribadah diserang, dilukai, bahkan hendak dibunuh, atas nama tuhan yang sama, saya kira ini menjadi pesan yang serius dari para pelaku teror,” ujarnya.

BACA  Jelang Sahur Perdana, Harga Ayam Melonjak di Limboto, Peminat Justru Kurang 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan terorisme di Indonesia tidak terlepas dari pemahaman teologis. Untuk itu, selain pendekatan hukum, Karding meminta aparat kepolisian juga melakukan pendekatan kultural. Misalnya saja lebih dengan merangkul sebanyak-banyaknya kelompok keagamaan untuk berdialog.

“Polisi harus merangkul sebanyak-banyak kelompok keagamaan untuk berdialog. Jangan sampai ada kelompok yang merasa dianaktirikan oleh negara,” katanya.

Peran serta masyarakat juga tidak kalah penting. Karding meminta kepolisian lebih sering lagi terjun ke kampung-kampung. Mengaktifkan siskamling. Hal ini agar segala bentuk ancaman dan keganjilan di masyarakat bisa segera terdeteksi.

BACA  Pertahankan Batas Wilayah, DPRD Temui Lembaga Tinggi Negara

Menurutnya, kerja melawan terorisme adalah kerja panjang. Hal ini tidak bisa dilakukan sendirian oleh aparat kepolisian. Butuh dukungan banyak pihak, termasuk masyarakat.

Karding menyatakan PKB siap memberikan dukungan bagi aparat kepolisian untuk menyelesaikan persoalan terorisme. “Semua harus membatu polisi menyelesaikan masalah terorisme. PKB akan memberikan dukungan yang dibutuhkan kepolisian. Karena terorisme adalah ancaman bagi kita semua,” pungkasnya. (cr2/JPG/hg)


Komentar