Thursday, 5 August 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Berkarir di Dunia Jurnalistik, Sukses di Dunia Politik

Oleh Admin Hargo , dalam Podcast , pada Monday, 12 July 2021 | 00:05 AM Tags: ,
  Bupati Bone Bolango, Hamim Pou saat menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast. (Foto: Istimewa/Tangkapan Layar)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bicara tentang politik di Gorontalo, rasanya tidak lengkap jika tidak memasukkan nama Hamim Pou. Kekuatan politik yang dimiliki Politisi NasDem itu bahkan membuatnya kembali dilantik sebagai Bupati Bone Bolango setelah bertarung sebagai petahana pada Pilkada 2020 kemarin. 

Sebagai kepala daerah, pria kelahiran 11 Januari 1969 tersebut, telah banyak membuat Kabupaten Bone Bolango mencetak berbagai prestasi. Terakhir, dirinya sempat membawa kabupaten Bone Bolango masuk pada Nominasi Innovative Government Award (IGA) 2021.

Namun, di balik kesuksesannya sebagai politisi, masih banyak yang belum mengetahui bahwa Hamim pou memulai kariernya sebagai Jurnalis, sebelum kemudian menjadi Plt. Bupati Bone Bolango untuk mengisi posisi Alm. Abdul Haris Nadjamuddin.

Sebagai jurnalis, Hamim Pou pernah tercatat pernah menjadi wartawan di Manado Post, menjadi koresponden Tempo dan Koresponden SCTV untuk wilayah Manado, Sulawesi Utara. Karirnya di dunia Jurnalistik membuat ia dipercaya menjadi pemimpin redaksi di Harian Gorontalo (sekarang Gorontalo Post). Tak lama, Hamim Pou mendirikan televisi lokal Go TV atau Gorontalo TV yang merupakan stasiun televisi lokal pertama di Provinsi Gorontalo.

Pengalamannya menjadi wartawan ini diceritakan oleh Hamim Pou ketika menjadi tamu pada Femmy Udoki Podcast yang disiarkan lewat  Youtube Femmy Kristina, Ahad (13/06/2021). 

Dalam wawancara tersebut, Hamim Pou juga menceritakan tentang dirinya yang sempat diragukan ketika dilantik sebagai Plt. bupati, ada yang menganggap bahwa pengalamannya sebagai wartawan hanya membuatnya paham tentang menulis. Padahal, kata Hamim Pou, justru karena menjadi wartawan membuatnya menjadi banyak mengetahui tentang politik dan pemerintahan. 

“Dari pengalaman menjadi wartawan hampir 20 tahun banyak sekali pengalaman yang didapatkan yakni bagaimana membangun relasi dengan gubernur, bupati dan walikota serta SKPD hingga DPRD. Saya banyak belajar dari situ. Bahkan belajar tentang APBD, hubungan konflik-konflik politik semuanya bisa memperkaya pengetahuan,” tutur Hamim Pou. 

Mengawali karir sebagai wartawan, kata Hamim Pou, membuatnya menjadi sangat mandiri. Misalnya, meskipun sudah menjadi bupati, dirinya sering bepergian sendiri dan membawa tas sendiri tanpa didampingi ajudan.

“Itu bawaan semasa menjadi wartawan, dulu bawa tas sendiri sampai hari ini bawa tas sendiri,” ujarnya. 

Setiap orang pasti memiliki cita-cita ingin menuju jenjang lebih tinggi, ingin tanggung jawab lebih luas. Tapi, kata Hamim Pou, hal tersebut harus bisa diukur agar cita-cita yang diperjuangkan bisa tercapai. Dirinya merasa bersyukur atas prestasi yang dicapainya hingga hari ini. Menurutnya, pengalaman yang selama ini ia dapatkan, bisa menjadi guru terbaik bagi dirinya. 

“Saya merasa wartawan adalah pekerjaan terbaik, pahalanya luar biasa, karena memberitakan, menolong orang, menghibur, mendidik, mengubah perilaku itu saya yakini,” kata Hamim Pou. (***)

 

Penulis: Rita Setiawati

(Visited 17 times, 1 visits today)

Komentar