Sabtu, 30 Mei 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Berkunjung ke Waduk Bili-bili, Waduk Terbesar di Sulawesi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Jumat, 7 Oktober 2016 | 14:20 WITA Tag: ,
  


Sumber Air Baku Gowa-Makassar, Hasilkan Listrik 17,7 MW

Wilayah Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memiliki cadangan air baku yang sangat tersedia. Air baku untuk kebutuhan air minum, industri, pelabuhan dan untuk kebutuhan lain itu, disuplay dari waduk Bili-bili, waduk yang dibangun di aliran sungai Jeneberang, Sulawasi Selatan (Sulsel).

Jitro Paputungan / Gowa, Sulsel

Banjir besar tahun 1976 yang merendam 2/3 kota Makassar dan sebagian wilayah Gowa Sulawesi Selatan, ‘memaksa’ pemerintah untuk membuat pengendalian aliran air, dengan membangun waduk Bilibili.

Ketika itu, sudah diperkirakan, tanpa dibangun waduk, akan setiap saat banjir mengancam Makassar, bahkan diprediksi 50 tahun setelahnya kota terbesar di Indonesia timur ini tenggelam saat banjir dan akan kesulitan air ketika kemarau.

Pada tahun 1986, detail desain pembangunan waduk mulai disusun dan selesai pada tahun 1988.

Bukan mudah mewujudkan waduk Bilibili, dampak sosial masyarakat harus dihadapi, terjadi penolakan dikalangan masyarakat, sebab menyebut waduk akan menenggelamkan kampung mereka.

Tak cuma itu, pembebasan lahan juga menjadi kendala serius. Pemerintah di-era Presiden Soeharto itu terus melakukan pendekatan dan sosialisasi, tentang pentingnya waduk untuk Gowa, Makassar dan beberapa kabupaten disekitarnya.

Jadilah, pada tahun 1991, konstruksi waduk mulai dikerjakan, dengan pekerjaan awal seperti relokasi jalan. Tahun 1995-1998 konstruksi bendungan mulai dibangun.

Dengan anggaran hibah pemerintah Jepang senilai kurang lebih Rp 400 miliar kala itu, waduk dibangun dengan pelaksana kontraktor Hazama Brantas Abipraya Jo, tahun 1998-2000 fasilitas bendungan mulai dibangun, dan sejak tahun 2000 waduk mulai difungsikan.

Luas area lahan yang dibebaskan untuk pembangunan waduk mencapai 2800 hektare, dengan warga yang terkena dampak kurang lebih 3000 KK di dua kecamatan.

Pemerintah kala itu, memberlakukan relokasi warga dan transmigrasi. Kini setelah 16 tahun difungsikan, waduk bilibili tak hanya menjadi sumber air baku untuk wilayah Makassar, dan Kabupaten Gowa, tapi waduk yang mirip danau ini, multifungsi.

Waduk bili-bili menjadi sumber air irigasi untuk 23.690 hektara sawah di tiga wilayah, masing-masing di wilayah Bilibili 2.360, wilayah kampili 17.480 ha, dan wilayah Bissua 3.850 ha.

Loading spinner

Laman: 1 2


Komentar