Jumat, 15 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bersama Direktur P2PTM, Gubernur Bahas Pengendalian Komorbid Covid-19

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Gorontalo , pada Jumat, 11 Desember 2020 | 20:06 WITA Tag: , ,
  Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, saat menjamu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI Dr. Cut Putri Ariani di rumah jabatan Gubernur, Jumat (11/12/2020). (Foto Istimewa/HUMAS)


Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, menjamu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI Dr. Cut Putri Ariani bersama tim di rumah jabatan gubernur, Jumat (11/12/2020). Pertemuan ini selain silahturahim, juga membahas pengendalian penyakit tidak menular yang menjadi salah satu komorbid sehingga menyebabkan kematian jika tertular Covid-19.

Cut Putri Ariani menjelaskan, saat ini di Indonesia termasuk Gorontalo angka kesembuhan covid-19 cukup tinggi. Namun angka kematian juga belum turun. Dan yang menjadi faktor risiko paling tinggi kematian ini adalah yang memiliki penyakit bawaan (komorbid) utamanya penyakit tidak menular (PTM).

BACA  Wagub Gorontalo Minta Kadis Kesehatan Segera Persiapkan Sarana Vaksinasi Civid-19

“Gorontalo menjadi salah satu Provinsi yang angka penyakit tidak menularnya masih cukup tinggi. Oleh karenanya tadi banyak langkah-langkah dan strategi yang kami bahas bersama bapak gubernur, untuk bagaimana kita bisa mencegah penderita PTM ini sejak dini. Agar tingkat risiko kematian akibat covid-19 bisa ditekan,”ungkap Cut Putri Ariani saat diwawancarai

Pihaknya menambahkan, ada beberapa yang harusnya dilakukan salah satunya dengan cara melakukan skrining. Kemudian juga layanan ekstensial harus dibuka, karena sebagian besar memang masih harus fokus pada pelayanan covid-19.

BACA  Kasus Covid-19 Bakal Bertambah 40 Persen Jika Melakukan Ini

Selanjutnya, pencegahan komorbid ini harus mulai dari hulu karena orang-orang tidak tahu apakah mereka sudah menjadi faktor berisiko atau penyandang penyakit. Terakhir harus memanfaatkan teknologi informasi untuk menambah pengetahuan apa saja gejala dari PTM ini.

“Karena memang PTM ini sering kali tanpa gejala, tanpa tanda, bahkan orang merasa sehat. Seperti tadi kata pak gub, ada tensi tekanan darahnya itu 240 tapi dia merasa sehat. Padahal 140 saja jika angka atas (sistolik) lebih tinggi atau jika angka bawah (diastolik) lebih dari 90, itu bahaya. Olehnya itu, faktor risiko penyakit tidak menular harus dikendalikan sedini mungkin dan tentu saja dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

BACA  Jadi yang Pertama, Lima Kepala Daerah di Gorontalo Siap Divaksin Covid-19

Hingga saat ini penyakit tidak menular yang cukup tinggi di Gorontalo adalah Hipertensi, Diabetes, Jantung, Kanker, dan Stroke. (rilis/hg)


Komentar