Selasa, 27 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Berwisata Religi ke Masjid “Betawi” KH Hasyim Asyari

Oleh Fajriansyach , dalam Kabar Nusantara , pada Selasa, 18 April 2017 | 09:00 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id JAKARTA –  Satu lagi destinasi wisata religi yang dimiliki DKI Jakarta. Masjid KH Hasyim Asyari namanya, yang desain arsitekturnya kental dengan budaya Betawi dan akan mengusung konsep agriculture.
Masjid Hasyim Asyari berlokasi di Daan Mogot, Jakarta Barat. Presiden Jokowi telah meresmikannya, Sabtu (15/4), seraya  mengatakan bila pemberian nama masjid adalah sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh NU, KH Hasyim Asyari. Menurut dia, KH Hasyim Asyari adalah tokoh ulama sekaligus pahlawan Islam moderat yang mencintai NKRI.
“Masjid besar ini dinamakan Masjid Hasyim Asyari bukan tanpa sebab. Hasyim Asyari adalah tokoh, ulama, dan pimpinan NU yang telah metakkan nilai keislaman keagamaan dan mencintai NKRI, mengajarkan keislaman yang moderat,” kata Jokowi dalam sambutannya.
Jokowi juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap masjid KH Hasyim Asyari. Pasalnya, mulai dari interior sampai kepada ornamen masjid menampilkan ciri khas Betawi. “Saya senang masjid ini penuh dengan ornamen dan kekhasan betawi,” ucapnya.
Menpar Arief Yahya menjelaskan, Presiden Jokowi memang selalu mengingatkan agar menonjolkan arsitektur nusantara di semua destinasi. Misalnya ada begonjong di Padang, ada joglo di Jawa, yang menonjolkan budaya bangunan lokal.
Masjid KH Hasyim Asyari sendiri dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar dengan luas bangunan sebesar 16.985,43 meter persegi. Letaknya berdekatan dengan Rusun Daan Mogot.
Masjid tersebut dibangun dengan dua lantai dan satu mezzanin dengan daya tampung hingga 12.500 jemaah.
Sang arsitek Masjid KH Hasyim Asyari, Adhi Moersid, dari perusahaan Atelier 6 Arsitek mengungkapkan bahwa pihaknya merancang masjid dengan mengusung konsep keterbukaan, keragaman, dan kebersamaan. Pemanfaatan masjid bukan hanya untuk ibadah, tapi semua pusat kegiatan bisa ada di dalamnya.
Salah satunya termasuk kegiatan pertanian seperti konsep urban agriculture yang diusung oleh masjid raya ini.
Adhi mengaku telah mengusulkan masjid akan dikelilingi hutan tumpang sari, dimana di antara pohon besar akan turut ditanam kopi dan lada sehingga lahan kebun menjadi pertanian. Halaman masjid juga dapat ditanami tanaman obat-obatan, lalapan, dan sayur-sayuran yang bisa segera dipanen.
“Sehingga nanti koperasi yang mengelola ini mempunyai hasil,” kata Adhi.
Pria yang telah mendesain banyak bangunan masjid ini berharap Masjid KH Hasyim Asyari berhasil menjadi contoh masjid pertama yang berkonsep urban agriculture. Selain mengasrikan lingkungan, konsep tersebut juga menjadi salah satu cara mengatasi pemanasan global serta perubahan cuaca yang esktrem.
BACA  Bupati di Bangka Belitung Meninggal Dunia Kena Covid-19

Laman: 1 2


Komentar