Sabtu, 11 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Besaran Zakat Fitrah di Gorontalo Tak Alami Kenaikan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Indonesia 99 Kata , pada Senin, 11 Mei 2020 | 13:05 WITA Tag:
  Ilustrasi. Zakat Fitrah


Hargo.co.id, GORONTALO – Enam kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo telah menetapkan besaran zakat fitrah. Besaran zakat fitrah tak mengalami kenaikan dari tahun lalu.

Pemkab Bonbol menetapkan besaran zakat fitrah sebesar Rp 30.000 per jiwa. Penetapan zakat fitrah ini, berdasarkan hasil rapat dan musyawarah bersama melalui video conference (Vicon) yang dipimpin langsung Sekda Bone Bolango Ishak Ntoma di Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bone Bolango, Senin (04/05/2020).

“Penetapan zakat fitrah sebesar Rp 30.000 per jiwa ini didasarkan pada harga bahan makanan pokok, terutama beras yang terjual di masyarakat saat ini. Serta hasil kesepakatan bersama dengan Kementerian Agama Bonebol, Qadhi Suwawa, serta peserta rapat lewat Vicon sudah setuju,” kata Sekda Ishak Ntoma.

Lebih lanjut dikatakan, besaran zakat fitrah tahun ini tidak mengalami kenaikan dari 2019. Artinya besarannya tetap sama, yakni sebesar Rp 30.000 per jiwa.

“Penetapan zakat fitrah ini berdasarkan harga kebutuhan makanan pokok berupa beras sebanyak  3,5 liter atau 1 sha’, dengan harga kisaran Rp 9.000,” kata Ishak Ntoma.

Sesuai aturan dan ketentuan bahwa besaran zakat fitrah itu jelas Ishak sebanyak 1 sha’ atau 3,5 liter beras. Jika dirupiahkan harus menyesuaikan dengan harga beras yang berlaku saat ini.

Oleh karena itu, pemerintah daerah mengharapkan kepada masyarakat muslim untuk bisa memenuhi apa yang menjadi kewajiban sebagai seorang muslim. Salah satunya membayar zakat fitrah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Pemkab Bone Bolango tersebut.

BACA  Ketambahan 16, Covid-19 di Gorontalo Capai 185 Kasus

Pemerintah Kota Gorontalo juga telah menetapkan zakat fitrah pada Ramadan 1441 H, sebesar Rp 30.000 per jiwa.  Hal tersebut berdasarkan hasil keputusan bersama antara pemerintah Kota Gorontalo dengan pemuka agama, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Gorontalo. Pada pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Gorontalo Kamis (30/04/2020).

Kabag Kesra Setda Kota Gorontalo Azis Zakaria mengatakan besaran zakat fitrah tahun ini, ditetapkan dalam jenis beras sebanyak 2,5 KG atau 3,5 liter atau apabila dikonversi ke rupiah besarnnya Rp 30.000 per jiwa.

“Untuk menindak lanjutinya, telah dibuat surat edaran Walikota atas besaran penetapan zakat fitrah tersebut, yang kemudian baznas melalui UPZ sebagai pelaksana teknis pengumpul zakat di tingkat kelurahan,” jelas Azis.

Ketua Baznas Kota Gorontalo Marzuki Pakaya mengatakan, dalam proses pengumpulan zakat fitrah pihaknya akan bekerjasama dengan UPZ. Karena di tingkat kelurahan mereka yang diberikan kewenangan secara berjenjang untuk disetorkan ke Baznas.

Dirinya pun menjelaskan bahwa dalam pengumpulan nanti tidak semua warga dapat menyetorkan ke Baznas, biasanya ada juga warga yang telah memiliki orang – orang tertentu yang akan berikan zakat fitrah.

“Kalau dalam satu rumah terdapat lima jiwa, maka dari lima jiwa zakat fitrah yang disalurkan ke kelurahan, hanya dua jiwa yang diteruskan ke Baznas Kota Gorontalo. Sisanya zakat dari tiga jiwa, bisa disalurkan kepada mereka yang sangat membutuhkan, sasarannya jelas yakni fakir dan miskin,” ujar Marzuki.

BACA  Dari Paripurna Pertanggungjawaban APBD 2019, PAD Pemprov Capai Rp. 1.941 Triliun

Di Kabupaten Gorontalo besaran zakat fitrah tahun ini masih sama dengan 2019 yakni Rp 30 ribu per jiwa.

“Tetap mengacu pada tahun lalu,” tegas Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.

Penetapan besaran zakat ini, telah diputuskan Pemkab sebelum pelaksanaan Ramadan. Tujuannya, agar warga bisa segera membayarkan zakatnya.

“Karena pandemik Corona seperti saat ini, warga sangat membutuhkan bantuan.  Maka semakin cepat warga membayarkan zakat fitrah, begitupun dengan zakat mall, maka semakin cepat pula kita salurkan ke warga,” lanjut Nelson.

Untuk pengumpulan sendiri, tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Melalui panitia pengumpulan zakat, melalui baik panitia tingkat Kabupaten, desa maupun melalui Masjid.

“Tetapi karena saat ini sedang Pandemik, maka kita berharap pengumpulannya tetap mematuhi protokol keselamatan,” tegas bupati.

Di Gorontalo Utara, besaran zakat fitrah ditetapkan sejumlah Rp 25 ribu/jiwa. Hal itu telah diputuskan saat pelaksanaan Tonggeyamo awal Ramadan beberapa waktu lalu.

Di Boalemo, zakat fitrah ditetapkan Rp 30 ribu/jiwa. Wakil Bupati Anas Jusuf mengharapkan agar masyarakat yang mampu dan wajib membayar zakat fitrah agar bisa segera menyalurkan atau membayarkan dengan cepat. Agar bisa disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

BACA  Diserahkan Gubernur, Petani di Bone Bolango Kebagian Benih Jagung

“Penyaluran zakat fitrah ini kami harapkan agar bisa lebih cepat, karena itu lebih baik. Jangan nanti menunggu khatib turun dari mimbar, karena waktu penyaluran sudah tidak cukup lagi setelah itu,” ungkapnya.

Zakat fitrah di Pohuwato ditetapkan sebesar Rp 25.000 per jiwa. Beriringan dengan itu, para camat diinstruksikan untuk meneruskan keputusan ini ke seluruh kepala desa. Dan mengimbau masyarakat muslim untuk menunaikan Zakat Fitrah di masing-masing masjid atau mushalla.

Pengelolaan Zakat Fitrah menjadi tanggung jawab Takmirul masjid dan laporannya berjenjang mulai dari Takmirul Masjid, Kepala Desa, dan Camat meneruskannya ke Sekretaris Daerah dan Bagian Kesra Setda, Pohuwato.

Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga saat diwawancarai terkait mekanisme pembayaran zakat fitrah pada situasi pandemi Covid-19 mengatakan bahwa dirinya akan melaksanakan rapat bersama pihak-pihak terkait untuk membahasnya bersama.

“Saya akan mengundang seluruh pihak terkait dengan pembayaran zakat fitrah mengingat saat ini kita sudah dekat dengan Lebaran Idul Fitri. Yang pasti kita akan memikirkan bagaimana cara yang tepat dengan mempertimbangkan protokol kesehatan pencegahan penyebarluasan Covid-19 sebagai sesuatu yang harus kita utamakan. Agar pembayaran zakat fitrah dapat berjalan dengan baik, dan kita pun tetap aman dari ancaman wabah corona ini,” pungkasnya. (gp/hg)


Komentar