Senin, 25 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Biasakan Membeli Produk Lokal

Oleh Fajriansyach , dalam Ekonomi , pada Sabtu, 6 Januari 2018 | 13:33 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, Hargo.co.id – Kerajinan kursi rotan di Kota Gorontalo yang dulunya menjadi usaha menjanjikan bagi sebagian pengrajin di daerah, sekarang semakin sepi peminatnya.
Pengusaha kursi rotan mengaku saat ini penjualan kursi modern yang biasa dikenal dengan sofa atau kursi sudut, untuk Kota Gorontalo semakin banyak, sehingga kursi rotan semakin minim peminat.

Maman, salah seorang pedagang mengaku merasa kalah bersaing dengan barang dan model yang ditawarkan produk-produk modern saat ini, sehingga berdampak dengan menurunnya pendapatan dan produksi kursi rotan. “Kami memproduksi kursi rotan sudah sejak tahun 1987-an, dan sempat merasakan betul perbedaan penjualan saat ini dan dulu,” ujarnya.

Menurutnya, biasanya pendapatan yang diperoleh dari hasil produksi hingga penjualan mencapai Rp 40-45 juta per bulan, sekarang ia hanya bisa mendapatkan penghasilan paling tinggi Rp 5 juta saja perbulannya.

Dia menjelaskan, hingga sekarang masih ada yang berminat untuk membeli kerajianan kursi rotan, namun hanya orang dari wilayah jauh, seperti Paguyaman, Boalemo, Suwawa, dan beberapa desa lain yang di wilayah Gorontalo. “Masyarakat Gorontalo harusnya membiasakan memakai produk lokal, karena saat ini, anyaman dari rotan modelnya sudah bagus bagus,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk harga kursi rotan yang dijualnya ada beberapa jenis. Mulai dari kursi rotan sudut Biola satu set dihargai Rp 2 juta 500 ribu, untuk satu setnya terdapat satu kursi panjang, dua kursi kecil dan satu meja. Begitu pula dengan kursi rotan tipe 321 yang di hargai Rp 3 juta 700 ribu. Kursi Jini Oh Jini begitu nama yang diberikan dijual dengan harga Rp 1 juta 500 ribu, dengan beragam warna dan desain.

Untuk pasokan rotan sendiri mereka mendapatkannya dari wilayah Tapa dan Suwawa Kabupaten Bone Bolango. Harapannya, kedepan Pemerintah Kota Gorontalo bisa membantu dalam mempromosikan kerajinan kursi rotan yang merupakan salah satu kerajinan khas Gorontalo, agar lebih dikenal dan bisa bersaing dengan kursi modern lainnya.

Sarah, selaku ibu rumah tangga yang tinggal di Jalan Palma mengatakan, sebenarnya kursi rotan dapat bersaing dengan kursi modern terbaru lainnya. Itu bisa saja jika pengusaha kursi rotan mempunyai inovasi, kreatifitas serta mempedulikan keinginan pelanggan, dengan mengubah desain kursi mereka sesuai dengan tren yang ada sekarang.

“Agar bisa menarik minat pembeli, para pengusaha harus dapat menyesuaikan keinginan pembeli dengan tren dan motif yang ada saat ini. Selain kreatifitas yang dituangkan, juga tidak lupa menjaga kualitas barang produksi tersebut dengan memberikan kain yang bermotif lebih modern dan menarik,” tambah ibu 2 anak tersebut.(dan)


Komentar