Jumat, 7 Oktober 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Biau-Tolinggula Terisolasi

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 25 Februari 2017 | 10:07 Tag: , , ,
  

SUMALATA Hargo.co.id – Bencana banjir dan longsor di wilayah utara Gorontalo, benar-benar memutus akses transportasi di wilayah itu. Hingga pukul 20.00 wita tadi malam (24/2), akses jalan Trans Sulawasi yang menghubungkan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dan Kabupaten Buol Toli-toli, Sulawesi Tengah ini belum dapat dilalui.

Kondisi ini sudah berlangsung sejak Kamis (23/2). Akses jalan yang tertutup longsor itu, diperparah dengan ambrolnya sebuah jembatan di dekat perkebunan jeruk Desa Kikia, Kecamatan Sumalata, Gorut, pada Jumat (24/2) dini hari.

Jembatan tepat di jalan trans ini digerus banjir. Putusnya satu-satunya akses transportasi itu, membuat wilayah kecamatan Biau dan Kecamatan Tolinggula yang berbatasan dengan Kabupaten Buol, terisolir. Informasi yang diperoleh Gorontalo Post menyebutkan, wilayah Boul juga dihantam banjir dan longsor yang mengakibatkan akses ke Gorontalo terputus.

Pantauan Gorontalo Post, sepanjang jalur trans sulawesi mulai dari Desa Molinggapoto, Kecamatan Kwandang hingga desa Puncak Mandiri Kecamatan Sumalata, terdapat banyak sekali sisah material longsor yang menutupi sebagian badan jalan yang dilalui kendaraan.

Kendati sebagian material longsor telah disingkirkan, namun pengendara tetap ekstra hati-hati karena jalan yang licin. Sementara itu, memasuki wilayah desa Kikia terdapat jembatan ambrol, yang menambah parah rusaknya jalan trans.

Putusnya jembatan ini membuat akses ke Kecamatan Biau, Tolinggula hingga ke Kabupaten Boul praktis tidak bisa dilalui. Apalagi memasuki wilayah Kecamatan Biau atau tepatnya di Desa Sembihingan terdapat longsor yang cukup parah. Material longsor menutup ruas jalan hingga 200 meter dan belum dapat disingkirkan.

(Visited 4 times, 1 visits today)

Laman: 1 2 3


Komentar