Sabtu, 2 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bisnis Warkop, Mudah dan Menjanjikan

Oleh Berita Hargo , dalam Ekonomi , pada Jumat, 20 Januari 2017 | 13:13 Tag: ,
  

 

Hargo.co.id GORONTALO – Bisnis warung kopi di Gorontalo dari tahun ke tahun makin menjamur. Di sejumlah lokasi di Kota Gorontalo, tak sedikit warga yang kini mulai membangun usaha yang satu ini.

Misalnya, sebagaimana pantauan Gorontalo Post, Kamis (19/1), di sepanjang Jalan Panjaitan, cukup banyak warung kopi yang berdiri.

Beberapa warung maupun kedai kopi ini menyediakan bermacam-macam jenis hidangan kopi, mulai dari kopi moca, kopi susu, kopi jahe, hingga kopi Pinogu yang merupakan kopi asli Gorontalo.

Makin tumbuhnya bisnis warung kopi di Gorontalo cukup beralasan. Bisnis ini dinilai cukup mudah untuk dijalankan dan menjanjikan.

Banyak para pelaku usaha kini menikmati kesuksesan dengan meraup omset besar dalam sebulan.

Kamal Dalie, pemilik warung kopi Aceh mengatakan, dalam merintis usahanya yang mulai berdiri sejak tahun 2014 lalu, kini para pelanggan setianya kian bertambah banyak.

Dengan begitu pendapatan yang ia peroleh setiap bulannya tergolong cukup besar, capai Rp 86 juta per bulan.

Dia mengisahkan usaha yang bermodal Rp 50 juta pada waktu itu, kini telah terbayar dengan pendapatan yang dimilikinya sekarang.

Dengan penjualan 100-200 gelas per hari, Kamal menjadi seorang pengusaha yang tergolong sukses dalam usaha bisnisnya.

“Dulu modal 50 juta. Itupun untuk beli alat penyeduh kopi (Teko), kopi dari Aceh dan peralatan lainnya seperti kursi, meja dan lain-lain.

Tapi sekarang syukur sudah mulai terlihat pendapatannya. Lumayan banyak hampir Rp 86 juta sebulan,” papar Kamal.

Usaha yang kini banyak di kunjungi kawula muda maupun orang tua tersebut, kini dapat menjual hingga 1.000 gelas kopi sebulan, dan ribuan makanan dan minuman lainnya yang juga ikut terjual.

Dengan tetap mempertahankan cita rasa kopi Aceh, ia tetap eksis di dunia pecinta kopi Gorontalo hingga sekarang.

“Kalau bersaing sih tidak. Tapi lebih kepada mempertahankan eksistensi rasa kopi aceh kita. Jangan di rubah-rubah. Karena sudah banyak orang yang suka dengan kopi ini. Takutnya mereka kecewa kalau kita ganti-ganti rasa.

Pendapatan yah lumayan. Alhamdulillah bisa terjual 1000 kopi dan ribuan makanan, serta minuman setiap bulannya,” ungkap Kamal.

Begitu halnya yang diungkapkan Yuli, salah seorang penikmat kopi dari Bongomeme mengungkapkan, sejak pertama kali merasakan kopi jenis Arabika yang ditawarkan di kedai tersebut cukup membuat dia betah dengan apa yang dirasakan pertama kalinya.

“Seperti cinta pertama uti, dapa rasa enak satu kali so tidak mau ana mo ba ganti warung kopi. Soalnya disini enak skali,” ungkap Yuli.(tr-56/hargo)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar