BKPD Bone Bolango Luncurkan Program Keringanan Pajak

Kepala BKPD Bone Bolango, Jusni Bolio

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten Bone Bolango kembali meluncurkan program untuk meringankan beban masyarakat. Jika sebelumnya melalui PDAM yakni diskon 75 persen untuk sambung baru, kali ini masyarakat Bone Bolango ‘dimanjakan’ dengan program keringanan pajak oleh Badan Keuangan Pendapatan Daerah (BKPD) setempat.

Menurut Kepala BKPD Bone Bolango, Jusni Bolio, program yang diluncurkan pihaknya itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pembayaran pajak sekaligus sosialisasi pembayaran secara non tunai.

“Program ini, masyarakat mendapatkan manfaat melalui pembayaran piutang pajak yang lebih ringan dari yang seharusnya. Di mana, masyarakat yang memiliki piutang PBB-P2 sejak 2001 – 2019 dapat memanfaatkan pengurangan yang ada, baik pengurangan pokok piutang maupun sanksi,” ujar Jusni.

Dijelaskannya, ketentuan program tersebut, merujuk keputusan Bupati Bone Bolango nomor 214 Tahun 2019.

“Piutang PBB-P2 tahun 2001 -2017 diberikan keringanan 30 persen. Kemudian piutang PBB-P2 tahun 2018 diberikan keringanan 20 persen. Sementara, untuk sanksi Administrasi PBB-P2 untuk Tahun 2001 s/d 2019 keringanan 100 persen,” ungkap Jusni dan menambahkan fasilitas keringanan ini secara otomatis pada saat pelunasan pembayaran.

“Masyarakat dapat memanfaatkan program ini melalui kolektor, kantor desa dan bisa juga melakukan pengecekan secara mandiri, melalui aplikasi SIKAP di www.sikap.bkpd.bonebolangokab.go.id. Caranya, masuk ke menu Informasi SPPT, kemudian masukkan NOP, nanti akan tampil data histori pembayaran pajak.

Kemudian klik tombol bayar untuk piutang yang ada dan ikuti petunjuk selanjutnya di e-billing yang ada, atau bisa juga menggunakan aplikasi  e-PBB dari Bank Sulutgo yang dapat diunduh di playstore,” jelas Jusni panjang lebar.

Lebih jauh, Jusni menjelaskan bahwa program yang diluncurkan pihaknya itu, rencananya akan dilaksanakan sampai dengan tanggal 31 Desember 2019.

“Sehingga, kami harap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan baik, sebelum datangnya tahun Penegakan Pajak,” tutup Jusni. (rwf/hg)     

-