Selasa, 1 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Blank Spot, Guru di Gorontalo Terpaksa Menyeberangi Sungai

Oleh Rendi Wardani Fathan , dalam Headline Kab. Bone Bolango , pada Rabu, 29 Juli 2020 | 16:46 WITA Tag: , , ,
  Dua orang guru SDN 6 Tapa nekat menyeberangi sungai untuk mengajar murid mereka yang tinggal di seberang sungai, Rabu (29/07/2020). (Foto : Istimewa)


Hargo.co.id, GORONTALO – Dua orang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Tapa nekat pertaruhkan nyawa menyeberangi Sungai Polanggua di Desa Langge, Kecamatan Tapa untuk mengajar murid mereka.

Aksi nekat itu mereka lakukan karena hingga saat ini, Desa Langge belum tersentuh jaringan seluler atau blank spot. Sementara, di tengah pandemi Covid-19 proses belajar mengajar harus dilakukan secara virtual.

BACA  Fadel Muhammad Dukung Hamim-Merlan di Pilkada Bone Bolango

“Mereka terpaksa seberangi sungai, soalnya tidak ada signal di lokasi. Jadi guru yang datang ke kelompok belajar,” ucap Camat Tapa, Achril. Y ketika diwawancarai Hargo.co.id, Rabu (29/07/2020).

BACA  Seorang Pasien Covid-19 Janjikan Tanah Warisan, Perawat Cantik Ini Tertawa

Dari video yang beredar, terlihat dua guru itu tanpa merasa takut sedikitpun ketika menyeberangi sungai yang airnya mengalir sangat deras dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa.

“Kalau musim hujan begini, ketinggian air di sungai mencapai pinggang orang dewasa. Kalau tidak musim hujan, air hanya sampai betis orang dewasa,” tambah Camat Tapa.

BACA  Cegah Covid-19, Polsek Tilongkabila dan Koramil Suwawa Gencar Lakukan Operasi Yustisi

Kondisi ini harus menjadi perhatian pemerintah di Gorontalo. Demikian juga dengan perusahaan penyedia jasa seluler, sebelum hal-hal yang tidak inginkan terjadi. (rwf/hg)


Video


Komentar