Kamis, 21 Januari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



BNNP Digugat Praperadilan

Oleh Fajriansyach , dalam Metropolis , pada Kamis, 27 Juli 2017 | 14:59 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Penegakan hukum yang dijalankan oleh aparat penegak hukum tidak selamannya berjalan mulus melainkan harus menghadapi tantangan dan rintangan. Seperti yang saat ini tengah dialami Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo.

Upaya institusi pemberantas narkoba ini yang melakukan penggerebakan dan penangkapan terhadap EI alias Eman di Desa Bulotalangi, Kecamatan Bultim, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) (16/6) lalu berbuntut panjang.

Pasalnya, warga Kelurahan Molispat, Kota Barat, Kota Gorontalo, yang dituduh menyimpan narkoba tersebut melakukan upaya hukum yakni menggugat praperadilan terhadap pihak BNNP Gorontalo. Kemarin, Rabu (26/7) sidang perdana Praperadilan itu digelar di Pengadilan Negeri Gorontalo.

BACA  Wanita di Gorontalo Meninggal Dunia dengan Delapan Luka Tusukan

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, dihadapan Ketua Majelis Hakim, Ngguli Liwar Mbainawang, SH itu, Eman selaku pemohon dalam preperadilan menilai banyak kejanggalan yang dilakukan pihak BNNP Gorontalo saat melakukan penyergapan kepada pemohon tersebut.

Pemohon juga telah menghadirkan dua orang saksi dalam dalam persidangan tersebut. Yakni Irfan Bilondatu (40) , Warga Tuladenggi, Kecamatan Dungingi dan Andre Usman (31) warga Umiyalo, Kecamatan Kota Tengah.

BACA  Tim Reptil Akhiri Sepak Terjang Terduga Pelaku Jambret di Gorontalo

Dalam kesaksian tersebut, kedua saksi yang diketahui berada di tempat kejadian perkara (TKP) mengungkapkan banyak kejanggalan yang dilakukan pihak BNNP saat melakukan penyergapan terhadap pemohon. Pasalnya, mereka meyakini barang haram yang didapati oleh petugas BNNP Gorontalo bukanlah milik rekanya tersebut yakni Eman.

Ketua Mejelis Hakim akhirnya menunda persidangan tersebut dan akan dilanjutkan Kamis (27/7) hari ini. Pasalnya menurut Ngguli, pihaknya masi menunggu keterangan ahli dari pihak pemohon untuk bisa dihadirkan di kesaksikan tersebut.

BACA  Pengunjung Membludak, Pantai Minanga 'Disegel' Petugas

Sementara menurut keterangan Tim Kuasa Hukum BNN yang dipimpin Mansur Rahim, SH, pihaknya meyakini kliennya (BNN.red) saat melakukan penyergapan sudah memenuhi unsur, dan tidak ada kejanggalan.

Mansur juga menambahkan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan resmi yang lebih banyak lagi terkait sidang perdana tersebut. “Kita tunggu saja bagaimana kesaksian ahli oleh pihak pemohon besok,”tandasnya. (tr-54/hg)


Komentar