Boalemo Dipilih Jadi Lokasi Perdana Pasar Murah Pemprov Tahun 2023

Kab. Boalemo
Suasana pasar murah yang digelar Pemprov Gorontalo, di Stadion Pemuda, Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Senin (6/2/2023). (Foto: Abdul Majid Rahman/HARGO)
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop), Provinsi Gorontalo, berkolaborasi dengan Dinas Perindagkop Boalemo, sukses menggelar pasar murah di Tilamuta, Boalemo, Senin (6/2/2023).

Kegiatan yang memperjual belikan kebutuhan pokok bersubsidi itu, dibuka oleh Pj. Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer, yang didampingi oleh Pj. Bupati Boalemo, Hendriwan, di Stadion Pemuda, Desa Piloliyanga.

banner 300x300

Kepala Dinas Perindagkop Boalemo, melalui Kabid Perdagangan, Halim Iyabu mengatakan, dari seluruh Kabupaten di Provinsi Gorontalo, Boalemo lah yang dipilih menjadi tempat pelaksanaan perdana kegiatan pasar murah di awal tahun 2023.

“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Gubernur, pak kadis Perindagkop dan jajarannya, karena tentunya ini berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Halim Iyabu yang ditemui di lokasi.

Dikatakan Halim Iyabu, sebelumnya pihaknya berkoordinasi dengan Pemprov untuk pelaksanaan kegiatan tersebut. Alasan memilih Tilamuta, karena Kecamatan ini lah yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu.

banner 728x485

“Dan ini tidak luput dari upaya teman-teman juga yang melakukan survei di lapangan, yang mana akhir-akhir ini harga bahan-bahan kebutuhan pokok mulai naik di pasaran. Sehingga kami menyurat ke Pemprov untuk menstabilkan harga melalui kegiatan ini,” katanya.

Adapun subsidi yang diberikan lanjutnya, yakni sekitar 50 persen. Tidak heran warga begitu antusias, bahkan sejumlah PNS, mengerumuni para pedagang pihak ketiga yang disiapkan oleh Pemerintah di lokasi.

“Tadi saya juga sudah berkoordinasi dengan Pak Kabid Perdagangan Prindagkop Provinsi, kalau bisa bukan hanya di Tilamuta pasar murah seperti ini. Berhubung kita menghadapi bulan suci Ramadan, kalau bisa di Kecamatan lain juga, seperti Botumoito,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Halim Iyabu, sesuai pantauan pihaknya, masyarakat lebih banyak membeli minyak goreng. Jika harga di pasaran Rp 14 ribu – Rp 15 ribu per liter, pada pasar murah, hanya dibanderol Rp 10 ribu per liternya.

“Kami lihat yang paling banyak dibeli masyarakat itu, minyak goreng. Semoga bermanfaat. Paling tidak, kegiatan ini memininalisir kesulitan ekonomi di tengah masyarakat kita,” pungkasnya.

Adapun harga bahan pokok yang dijual pada pasar murah tersebut, beras Rp 5.000 per kilogram, gula pasir Rp. 10 ribu per kilogram, minyak goreng Rp. 10 ribu per liter, cabe rawit Rp. 20 ribu per kilogram, bawang merah Rp. 20 ribu per kilogram, bawang putih Rp. 20 ribu per kilogram, telur Rp. 1.000 per butir, ikan tuna Rp. 40 ribu per kilogram.(*)

Penulis: Abdul Majid Rahman

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *