Kamis, 29 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Boalemo Diterjang Banjir Bandang, Akses ke Tangga Barito Putus

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 22 Februari 2017 | 11:46 Tag: , , ,
  

BOALEMO Hargo.co.id – Tak hanya warga Ibukota Jakarta yang saat ini sedang bergelut dengan masalah banjir. Ratusan warga di Desa Potanga, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo juga menghadapi situasi yang sama. Menyusul terjangan banjir bandang yang melanda wilayah itu, kemarin (21/2).

Akibatnya, puluhan rumah masyarakat di Desa Potanga kini terendam air dengan ketinggian air hingga mencapai satu meter. Tak hanya itu, banjir juga menutupi jalur trans sulawesi. Sehingga menghambat kelancaran transportasi darat. Kendaraan bermotor baik motor, bentor, dan mobil harus berhati-hati saat melintasi jalan trans di Desa Potanga. Karena ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Salah seorang warga Desa Potanga, Iman Hanapi mengatakan, banjir yang melanda wilayahnya bukan baru pertama kali terjadi. Tapi ini sudah berulang kali ketika musim hujan.” Setiap banjir terjadi rumah kami terendam. Kami selalu menanggung kerugian material yang tidak sedikit,” jelasnya.

Sementara menurut warga lainnya Yuyun Antu, banjir diakibatkan oleh meluapnya sungai Potanga.”Kalau dihitung kurang lebih 30 rumah penduduk yang terendam banjir. Kami berharap agar dalam waktu dekat pemerintah segera melakukan normalisasi sungai Potanga dan melakukan pembenahan sejumlah drainase agar banjir tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Yuyun juga mengakui, banjir juga menyebabkan air PDAM yang dikonsumsi masyarakat menjadi kotor. “Banjir terjadi karena keruskan hutan di hulu sungai akibat pembalakan liar oknum yang tidak bertanggung jawab. Kami berharap agar kerusakan hutan dapat diperhatikan,” tandasnya.

Ketua Ansor Kabupaten Boalemo, Mardin Maliu, menuturkan, banjir yang selalu menerjang Desa Potanga harus mendapatkan penanganan jangka pendek, menengah dan jangka panjang. “Untuk jangka pendek tentunya berupa sentuhan dari BPBD Boalemo. Kemudian jangka menengah adalah perbaikan sejumlah infrastruktur sepertia drainase, nomalisasi sungai. Untuk jangka panjang dengan memperbaiki kerusakan hutan dan lingkungan yang semakin parah,” ungkapnya.

Selain di Desa Potanga. Banjir juga menghantam Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi dan Desa Dimito Kecamatan Paguyaman. Bencana longsor juga terjadi di wilayah itu.

Banjir terlebih dahulu terjadi di kawasan Kilometer (Km) 25 dan Km 26 Desa Tangga Barito, Dulupi. Sedikitnya pemukiman dari 40 KK terendam banjir hingga ketinggian 1 meter. Sedangkan longsor terjadi di Km 21 dan Km 24 Tangga Barito sehingga menyulitkann distribusi logistic berupa stok makanan, pakaian, perlengkapan mandi, selimut. “Dari empat dusun di Desa Tangga Barito semuanya tergenang banjir. Penduduknya terpaksa diungsikan ke Masjid-masjid.

Namun saat ini para warga berangsur-angsur kembali membersihkan pemukiman dibantu tim gabungan TNI dan kepolisian, Tagana, BPBD, Dinas Sosial, Pemerintah Desa dan Kecamatan. Sementara kerugian dialami warga mencapai ratusan juta,” ungkap Plt Kadis Sosial PMD Boalemo, Syafrudin K. Lamusu diwawancarai Gorontalo Post (grup Hargo.co.id).

Selain itu, warga juga kehilangan ternak umumnya sapi. Dari 12 ekor ternak sapi dinyatakan hilang baru 3 ekor ditemukan. Selain itu infrastruktur jalan rusak parah. Bahkan sebagian ruas jalan menuju Desa Tangga Barito terputus akibat tertimbunlongsor.

Sementara itu, Penjabup Boalemo Ir. Yusuf Giasi MSc menyikapi bencana alam tengah menimpa masyarakat Boalemo turut menaruh keprihatinan mendalam. Ia pun turun langsung ke sejumlah lokasi titik genangan banjir dan juga longsor di Tangga Barito.

Mengantisipasi timbulnya bencana alam tersebut, Penjabup ikut mengajak seluruh komponen mencanangkan kebijakan program pelestarian lingkungan. Salah satunya membudayakan penanaman pohon pelindung yang dicanangkan setiap hari Sabtu. Terutama pada kawasan hulu dan hilir yang ada di wilayah Kabupaten Boalemo. (tr-30/nrt/hargo)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar