Sabtu, 22 Februari 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Boalemo Siap Bangun 250 Ruas Jalan Usaha Tani Dibangun pada 2020  

Oleh Sunarto Nusi , dalam Advertorial Kab. Boalemo , pada Jumat, 6 Desember 2019
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) pada 2020 mendatang merupakan sebuah terobosan baru pemerintahan Darwis-Anas (DAMAI). Selain memenuhi janji politik, kebijakan ini bertujuan mendorong peningkatan produksi pertanian hingga mampu mengentaskan angka kemiskinan masyarakat petani.

Ini ditegaskan Bupati Boalemo H. Darwis Moridu didampingi Plt. Kadis Pertanian Sofyan Hasan STp disela-sela pembinaan dan pengarahan program kerja Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo tahun anggaran 2020 bertempat di Aula Jagung, Kamis (5/12) kemarin.

Dalam arahannya, Bupati Darwis Moridu menegaskan program pembangunan JUT dialokasikan sebanyak Rp 50 Miliar pada APBD 2020. Jumlah itu mencakup pembangunan 250 ruas jalan pada 82 desa se Kabupaten Boalemo.

“Program pembangunan JUT ini merata di semua 82 desa se Boalemo. Nantinya, tiap desa mendapat pembangunan 3 titik ruas JUT. Sebagai masyarakat tentunya patut berbangga. Karena program ini baru pertama kali jadi terobosan dari inovasi pemerintahan DAMAI membangun 250 ruas JUT dalam satu tahun anggaran,” ungkap bupati dijuluki Panglima Petani ini.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, biasanya paling banyak dianggarkan dalam APBD hanya berkisar 20 pembangunan JUT saja. Bahkan dalam sejarah perjalanan pemerintahan, sejak 20 tahun Kabupaten Boalemo lahir, mungkin baru tahun 2020 dialokasikan sebanyak 250 pembangunan ruas JUT. Untuk itu, kepada Dinas Pertanian dan jajaran penyuluh harus bekerja keras mengawasi dan mensukseskan program pro rakyat ini.

“Memang program ini terbilang berat bagi Dinas Pertanian. Namun, saya yakin dan optimis dibawah kepemimpinan Plt Kadis Pertanian Sofyan Hasan pasti programnya akan berjalan sesuai ketentuan aturan. Apalagi seluruh perangkat aparaturnya punya semangat kerja membangun daerah Boalemo tercinta ini,” puji Bupati Darem.

Besaran anggaran JUT sebanyak Rp 50 M kata Bupati, diambil dari hasil pemangkasan belanja perjalanan dinas (Perdis), belanja ATM dan belanja habis pakai lainnya. Setelah dihitung, diperoleh sekitar Rp 70 M belanja habis pakai dipangkas dan diarahkan untuk belanja modal.

Termasuk JUT sebanyak Rp 50 M ditambah lagi pembangunan fisik lain, seperti Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak seribu unit merata di 82 desa serta program BPJS kepada masyarakat berprofesi sebagai tukang/buruh bangunan, pemanjat kelapa dan supir bentor. (adv/nrt/hg)