Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bonsai Kelapa, Ladang Bisnis Baru di Tengah Pandemi

Oleh Sri Aprilia Mayang , dalam Advertorial Kab. Gorontalo , pada Selasa, 22 September 2020 | 20:05 WITA Tag: ,
  Suasana festival bonsai kelapa yang dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo, Selasa (22/9/2020). (Foto : Sri Aprilia Mayang/HARGO)


Hargo.co.id, GORONTALO – Bonsai Kelapa menjadi ladang bisnis baru bagi masyarakat Gorontalo ditengah pandemi Covid-19. Buktinya, meski terbilang cukup mahal, pecinta bonsai kelapa tetap berani mengeluarkan uangnya hingga jutaan rupiah demi menambah koleksi bonsai kelapa.

Ini bisa dilihat pada festival kelapa nasional ke – 4 yang dilaksanakan Pemkab Gorontalo, Selasa (22/9/2020) di taman budaya Limboto. Pecinta bonsai kelapa berduyun-duyun mendatangi stand festival kelapa nasional yang diikuti oleh komunitas bonsai kelapa, untuk membeli tanaman satu itu. Harganya tergantung keunikan pohon bonsai.

BACA  Merapat ke HPMU, Muhlis Hasiru: Yang Mana Rakyat Suka, Saya Dukung

“Yang paling mahal dipatok Rp. 5.000.000. Ada juga yang murah yakni dari Rp. 200.000. Tergantung keunikan,” kata salah satu peserta festival.

BACA  Program Pembangunan Harus Dipersiapkan Secara Matang

Festival kelapa nasional itu sendiri rencananya akan digelar hingga 23 September 2020. Acara tersebut dirangkaikan dengan seminar temu bisnis Kelapa Nasional yang dibuka oleh Bupati Nelson Pomalingo melalui video conference.

Dalam sambutannya, Bupati Nelson Pomalingo mengatakan, pemerintah daerah akan terus melakukan kolaborasi dengan para pengrajin bonsai kelapa ini.

“InsyaAllah kolaborasi ini terus kita lakukan. Selain membantu ekonomi para pengrajinnya, ini juga dapat membuat tanaman kelapa itu memiliki banyak fungsi bagi kita. Selain untuk dijadikan minyak kelapa juga dapat dijadikan tanaman hias,” tuturnya.

BACA  Di Tangan Hamim Pou, Bone Bolango Makin Disegani

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Rahmat Pomalingo mengatakan, festival kelapa nasional dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.(adv/iya/hg)


Komentar