BP Jamsostek Alami Penambahan dan Peningkatan Manfaat 

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Teguh Setiawan.

-

Hargo.co.id, GORONTALO – Kabar gembira bagi pekerja di Indonesia, yang mana mendapatkan peningkatan dan penambahan manfaat dari perlindungan BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek. Hal ini diberikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo pada penghujung 2019 lalu.

Peningkatan dan penambahan manfaat tersebut tercatat pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82/2019 tentang perubahan atas PP Nomor 44/2015 yang telah ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo, Senin (02/12/2019).

Peraturan ini berisi tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Kabar baik ini disertai dengan informasi bahwa kenaikan manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja( JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) tersebut tanpa adanya kenaikan iuran BP Jamsostek.

Program JKK yang diselenggarakan BP Jamsostek meliputi perlindungan dari risiko kecelakaan kerja, mulai dari perjalanan pergi, pulang dan ditempat bekerja serta perjalanan dinas. Kini, manfaat lengkap JKK tersebut semakin baik karena adanya peningkatan manfaat.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo Teguh Setiawan mengatakan,  hal ini adalah bukti konkrit pihaknya menggalakkan perlindungan bagi seluruh peserta BPJamsostek.  “Semoga dengan bertambahnya nilai manfaat ini dapat secara tidak langsung dapat meningkatkan kesadaran bagi seluruh pekerja di Indonesia yang masih belum menjadi peserta BP Jamsostek,”ujar Teguh Setiawan.

Peningkatan dan penambahan manfaat dari perlindungan BPJS Ketenagakerjaan tersebut santunan pengganti upah selama tidak bekerja yang ditingkatkan nilainya menjadi sebesar 100 persen untuk 12 bulan. Sebelumnya, manfaat ini nilainya hanya sebesar 50 persen untuk 6 bulan dan seterusnya hingga sembuh.

Selain itu, biaya transportasi dinaikkan dari Rp1 juta menjadi maksimal Rp5 juta. Sementara itu biaya transportasi angkutan laut naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta. Adapun angkutan udara dinaikan menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta.

Pemerintah juga menambahkan manfaat JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dengan perawatan di rumah atau homecare. Tidak tanggung-tanggung, biaya homecare mencapai maksimal Rp 20 juta pertahun untuk setiap kasus.

Perawatan homecare diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan melanjutkan pengobatan kerumah sakit. Sedangkan pemeriksaan diagnostic dimaksudkan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus penyakit akibat kerja. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengobatan dilakukan hingga tuntas.

Jaminan Kematian atau JKM merupakan program perlindungan yang memberikan manfaat berupa uang tunai kepada ahli waris ketika pekerja yang menjadi peserta BP Jamsostek tersebut meninggal dunia bukan karena kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja.

Dalam hal ini, saat peserta meninggal dunia kepesertaannya di BPJamsostek tercatat masih aktif. Namun, dengan disahkannya peraturan ini total manfaat santunan JKM meningkat 75 persen menjadi Rp 42 juta.

Adapun rincian kenaikan manfaat untuk santunan kematian JKM naik dari Rp 16,2 juta menjadi Rp 20 juta. Santunan berkala meninggal dunia (JKM) sebelumnya dari Rp 6 juta menjadi Rp 12 Juta selama 24 bulan. Terakhir, biaya pemakaman naik dari Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta.

Selain peningkatan santunan kematian, pemerintah juga memberikan keringanan beban keluarga pekerja yang ditinggalkan. Manfaat JKM meliputi bantuan beasiswa yang mengalami kenaikan 1350 persen dengan maksimal Rp 174 juta, yang diberikan untuk paling banyak 2 orang anak peserta dengan masa iuran minimal 3 tahun dan besarannya ditentukan berdasarkan tingkat pendidikan anak peserta.

Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun  dan bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar, saat peserta meninggal dunia atau cacat total, beasiswa diberikan pada saat anak memasuki usia sekolah. Terakhir, beasiswa berakhir pada saat anak peserta mencapai usia 23 tahun, menikah atau bekerja. (adv29/Humas BP Jamsostek)