Jumat, 27 Maret 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



BP Jamsostek Naikkan Nilai Santunan Tanpa Kenaikan Iuran

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Ragam , pada Rabu, 11 Desember 2019
  

Hargo.co.id, LABUAN BAJO –  Deputi Direktur BP Jamsostek Wilayah Sulawesi Maluku Toto Suharto menjelaskan,  BPJS Ketenagakerjaan secara resmi mengubah nama panggilannya menjadi BP Jamsostek. Namun perubahan tersebut menurutnya hanya pada panggilan saja tanpa merubah logo, warna, termasuk administrasi yang sudah berjalan selama ini.

“Panggil kami dengan BP Jamsostek mulai sekarang. Nama panggilan ini dirintis sejak 2016 lalu ketika masyarakat terkadang keliru untuk bisa membedakan badan penyelenggara jaminan sosial lainnya. Bahkan menganggap bahwa kedua lembaga negara yakni BPJS adalah sama tetapi kenyataannya berbeda bidang juga programnya,”ujar Toto Suharto pada kegiatan Media gathering BP Jamsostek se-Wilayah Sulawesi Maluku (Sulama). Senin,(9/12) di Hotel La Prima, Labuan Bajo-NTT.

Toto menjelaskan, sejalan dengan perubahan panggilan tersebut menjadi PR bagi pihaknya untuk mengedukasi masyarakat. “Ini PR bagaimana kami harus melakukan edukasi dan informasi bahwa BP Jamsostek bukan suatu kewajiban namun sebuah kebutuhan, oleh karena itu ditonjolkan manfaatnya,”sambung Toto Suharto.

Sementara itu, Asisten Deputi BP Jamsostek Bidang Humas Erfan Kurniawan menuturkan, pergantian nama panggilan tersebut terkait pula dengan moment HUT BP Jamsostek ke 42 tahun pada tanggal 5 Desember tahun 2019 lalu yang membawa angin segar bagi peningkatan nilai manfaat program BP Jamsostek tanpa syarat kenaikan iuran kepesertaan.

“BP Jamsostek sedang menaikkan nilai manfaat tanpa menaikkan nilai iuran kepesertaan. Terkait manfaat kami  sudah mendapatkan restu dari pemerintah. Manfaat ini sesuai dengan PP No.82 tahun 2019 yang diperuntukkan bagi peserta program santunan jaminan kematian dari Rp.24 juta menjadi Rp 42 juta, termasuk kenaikan beasiswa pendidikan bagi 2 orang anak ahli waris sampai perguruan tinggi yang mencapai Rp.174 juta,” beber Erfan Kurniawan.

Menurutnya, inilah prinsip BP Jamsostek yaitu kemandirian, bagaimana keluarga yang ditinggalkan menjadi mandiri serta bisa memulai aktivitas ekonomi yang baru. Kegiatan ini dihadiri pula oleh Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BP Jamsostek Wilayah Sulama Zulkarnain Mahading dan Asisten Deputi Bidang Umum dan SDM Wilayah Sulama Dewi Mulya Sari. (adv29/hg)