Minggu, 14 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



BPJS Kesehatan Tak Layani Aparat Desa, Roni: Ini Sinyal ke Pemerintah

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Sabtu, 9 Juli 2022 | 08:04 Tag: , , , ,
  Wakil Ketua DPRD Gorut, Roni Imran

Hargo.co.id, GORONTALO – Sikap BPJS Kesehatan untuk tidak melakukan pelayanan terhadap para aparatur desa, ini merupakan sinyal bagi pemerintah daerah. Besar dugaan jika BPJS Kesehatan tidak percaya atas pemerintah daerah. 

Penegasan ini disampaikan Wakil ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Roni Imran dalam menanggapi persoalan BPJS Kesehatan aparatur desa. Pasalnya, sejumlah aparat desa di Gorontalo Utara telah melakukan pengobatan di rumah sakit setempat. Namun, mereka dianggap tak memiliki BPJS Kesehatan karena tak aktif. Sementara, gajinya selama ini dipotong oleh pemerintah untuk hal tersebut. 

“Menurut saya, sikap BPJS Kesehatan menunjukan atau merupakan sinyal ketidak percayaannya lagi terhadap pemerintah daerah,” kata Roni Imran. 

Dirinya heran, keputusan BPJS untuk tidak melayani para aparatur desa saat berobat. Padahal informasinya untuk kontrak kerjanya selama setahun dan uangnya sudah ada dan itu dianggarkan. Namun kenyataan yang ada, ternyata anggaran untuk BPJS Kesehatan aparatur desa tersebut ternyata telah digeser peruntukannya.

“Parahnya, pergeseran tersebut juga tidak diketahui atau diberitahukan kepada DPRD dan Badan Anggaran,” tegasnya.

Terhadap sikap BPJS Kesehatan tersebut, seharusnya tidak terjadi, karena kontraknya selama setahun, dan anggarannya sudah ada. Sehingga pelayanan kesehatan tersebut seharusnya tetap dilaksanakan, walaupun terinformasi untuk beberapa bulan belum dibayarkan, hanya saja seharusnya hal ini tidak terjadi.

“Kami dari DPRD berharap agar persoalan ini tidak terjadi. Harusnya pelayanan tetap dilakukan oleh BPJS Kesehatan, karena kerjasamanya selama setahun. Hanya saja untuk empat bulan terakhir ini belum dibayarkan, ” jelasnya.

Uangnya telah disiapkan dan telah dibahas tinggal menunggu prosesnya, dan terhadap iurannya tetap akan dibayarkan. Roni Imran pertanyakan, bagaimana dengan biaya yang telah dikeluarkan oleh para aparatur saat berobat. 

“Apakah itu akan dikembalikan atau tidak, saat dilunasi iurannya oleh pemerintah daerah,” tanya Roni Imran. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 135 times, 1 visits today)

Komentar