Jumat, 20 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan JKK Rp.117 Juta

Oleh Berita Hargo , dalam Advertorial Headline Metropolis , pada Rabu, 25 April 2018 | 08:58 Tag: , , , ,
  Caption foto: Plt.Walikota Gorontalo Charles Budi Doku didampingi Sekda Ismail Madjid,Kabid Pelayanan BPJS-TK cabang Gorontalo Irfani syahrul menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris peserta. Senin,(23/4).

Hargo.co.id, Gorontalo – BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) kembali menyerahkan santunan kematian akibat kecelakaan kerja/ Jaminan kecelakaan Kerja (JKK). Santunan JKK diserahkan kepada ahli waris korban Alm. Hariyanto Cono yakni Titin Harmain sebesar Rp.105.240.000 dan Beasiswa sebesar Rp.12 juta, total sekitar Rp.117.240.000.

Almarhum sendiri semasa hidupnya tercatat sebagai petugas Satpol PP Pemerintah Kota Gorontalo. Penyerahan santunan diserahkan langsung oleh Plt.Walikota Gorontalo Budi Doku didampingi Kabid Pelayanan BPJS-TK Cabang Gorontalo Irfani Syahrul. Senin, (23/4) di halaman Kantor Walikota Gorontalo.

Caption foto: Plt.Walikota Gorontalo Charles Budi Doku didampingi Sekda Ismail Madjid,Kabid Pelayanan BPJS-TK cabang Gorontalo Irfani syahrul menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris peserta. Senin,(23/4).
Caption foto: Plt.Walikota Gorontalo Charles Budi Doku didampingi Sekda Ismail Madjid,Kabid Pelayanan BPJS-TK cabang Gorontalo Irfani syahrul menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris peserta. Senin,(23/4).

Kepala BPJS-TK cabang Gorontalo Teguh Setiawan mengatakan, penyerahan santunan tersebut adalah bagian dari tanggungjawab BPJS-TK yakni memberikan perlindungan secara maksimal kepada seluruh pekerja. Bukan hanya ASN dilingkungan pemerintah kota/kabupaten tetapi seluruh tenaga Non ASN dari kecamatan hingga desa sama-sama terlindungi.

“Peserta yang meninggal karena kecelakaan kerja maka santunan yang diberikan adalah 48 kali upah ditambah beasiswa sebesar Rp.12 juta,”kata Teguh Setiawan.

Diapun menyayangkan masih banyak pekerja disektor formal yang belum tercakup sebagai peserta BPJS-TK seperti Guru Madrasah, TPA/TPQ, Petugas Sensus, Aparat desa/kelurahan dan peserta magang. Padahal resiko kecelakaan kerja tak mengenal kapan dan dimana terjadi.

“Masih banyak PR yang kami harus selesaikan terkait perlindungan pekerja dan tentu saja melibatkan stakeholder terkait. Tidak hanya setelah terjadi kasus kami action, perlindungan kepada pekerja kita lakukan secara preventif dengan sosialisasi secara langsung ke perusahaan atau lembaga pemerintah,”ujarnya.

Lebih lanjut dia menegaskan,BPJS-TK sewaktu-waktu meningkatkan manfaat seperti menanggung seluruh biaya perawatan kecelakaan sampai sembuh atau unlimited sebesar yang di klaim peserta. (hg/adv)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar