Kamis, 4 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



BPOM Beri Izin Vaksin Covid-19 Untuk Lansia, Tetapi Ada Catatan

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Senin, 8 Februari 2021 | 01:05 WITA Tag: , , ,
  Ilustrasi, Lansia. (Foto: Istimewa)


Hargo.co.id, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan persetujuan penggunaan darurat vaksin Covid-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia) 60 tahun ke atas.

Meski demikian, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh vaksinator.

Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) mencatat kelompok lansia memiliki kasus kematian paling tinggi. Karena itu, izin penggunaan darurat dikeluarkan pada Jumat (5/2), untuk mereka yang berusia 60 tahun ke atas.

“Kelompok lansia menduduki porsi relatif tinggi sekitar 47,3 persen,” kata dia dalam konferensi pers virtual, sebagaimana dilansir JPNN.com, Minggu (7/2).

BACA  Vaksin COVID-19 Buatan Johnson & Johnson Cukup Satu Dosis, Apa Perbedaannya?

Penny menambahkan, persetujuan penggunaan darurat vaksin untuk usia 60 tahun ke atas diizinkan dengan dua dosis. Jarak waktu antardosis, yakni 28 hari.

“Peningkatan kadar antibodi yang baik yaitu setelah 28 hari pemberian dosis kedua adalah 97,96 persen. Jadi setelah 28 hari pemberian dosis kedua titer antibodi masih tinggi di 97,96 persen,” kata dia.

Penny mengungkapkan alasan pihaknya mengeluarkan persetujuan ini melihay dari data uji klinis fase pertama dan kedua di China, lalu fase ketiga di Brazil.

Untuk uji klinis fase pertama dan kedua di China dilakukan ke 400 orang lansia. Menurut Penny, hasilnya menunjukkan angka yang baik, yaitu kadar antibodi 97,96 persen 28 hari setelah pemberian dosis kedua.

BACA  Terbalik Saat Bongkar Muat, Tim SAR Cari Korban KMP Bili

Sedangkan uji klinis fase ketiga di Brazil dilakukan terhadap 600 orang lansia drngan hasil aman dan tanpa ada dampak serius.

Efek samping yang muncul umumnya ringan, yaitu sakit kepala, mual, nyeri, demam, dan bengkak.

“Dengan data yang dapat ditoleransi dengan baik dan tidak ada efek samping yang serius,” jelas Penny.

Meski demikian, Penny mengingatkan vaksinasi kepada orang lansia harus dilakukan dengan hati-hati.

Kelompok ini dinilai cenderung memiliki komorbid sehingga proses skrining menjadi sangat penting sebelum dokter memberikan persetujuan vaksinasi.

BACA  Darda Daraba Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi

BPOM, kata dia, sudah memberikan panduan bagi tenaga kesehatan melalui lembar fakta.

Selain itu, manajemen risiko juga perlu dilakukan, terutama bila terjadi kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

“Khusus untuk lansia di atas 70 tahun, tentu perlu ada pertimbangan khusus, pendampingan dari dokter yang mendampingi dan melakukan skrining pada saat pemberian vaksin tersebut,” kata Penny.(tan/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “BPOM Berikan Izin Vaksinasi ke Lansia, Tetapi Ada Catatan“. Pada edisi ahad, 07 Februari 2021.

Komentar