Rabu, 25 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



BPOM Grebek Gudang Kimia Farma

  

GORONTALO – Hargo.co.id Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Gorontalo menyita sedikitnya 1.108 Sachet kopi bermerek Elteh Gurin dari gudang farmasi ternama, Kimia Farma, di jalan Durian, Kota Gorontalo, kemarin, Senin (20/3).

Kopi yang katanya dapat meningkatkan vitalitas pria tersebut diduga mengandung bahan kimia yang dilarang.Menurut Kepala BPOM Gorontalo, Sukriyardi Darma, penggrebekan ini bermula ketika ditemukannya salah satu jenis kopi yang dapat meningkatkan vitalitas pria.

BPOM kemudian langsung mengambil sampel kopi itu dan diuji di laboratorium. Dan hasilnya, kopi ini positif mengandung bahan kimia jenis Silden Afil. Bahan kimia tersebut memang betul merupakan bahan yang digunakan untuk mengatasi disfungsi erefksi.

“Silden Afil adalah salah satu bahan kimia yang dilarang untuk dimasukkan ke dalam bahan pangan. Bahan kimia ini memang dikenal mampu meningkatkan vitalitas maupun stamina pria,” terang Sukriyadi.

Dia menambahkan, sesuai dengan UU Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 maupun UU Pangan, bahan kimia ini juga dilarang untuk dicampur dalam bahan pangan. “Menurut hasil pemeriksaan sementara, selain 1.108 sachet yang kita sita ini, sudah ada sekitar 2.000 sachet yang terlanjur beredar di Gorontalo,” ujarnya.

Lebih lanjut Sukriyadi menekankan, saat ini pihaknya telah menyita seluruh barang bukti itu, dan kedepannya masih akan menelusuri jaringan peredaran maupun masuknya bahan pangan mengandung bahan kimia itu.

“Kopi ini lolos dari Dinas Kesehatan, karena mereka (Dikes,red) sepertinya tidak tahu bahwa bahan pangan ini mengandung bahan kimia,” tambahnya.

Sukriyadi juga menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan gelar perkara atas kasus ini, dan akan memeriksa semua pihak yang diduga ikut terlibat dalam peredaran kopi berbahaya itu.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Cabang Kimia Farma Gorontalo, Ibrohim Abdul Karim saat dikonfirmasi terkait adanya bahan pangan berbahaya di gudangnya itu mengaku, pihaknya tidak tahu adanya kandungan bahan kimia dalam bahan pangan yang dijualnya seharga Rp 33 Ribu sachet itu. “Kami tidak tau adanya kandungan bahan kimia dalam kopi itu,” singkatnya.(tr-45/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar