Minggu, 23 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bripka MW Resmi Jadi Tersangka Penyalahgunaan Senjata Api

Oleh Admin Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 7 Desember 2021 | 00:05 AM Tag: , ,
  Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono, S.I.K saat menunjukkan dua barang bukti kepada wartawan, Kamis (2/12/2021). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Bripka MW akhirnya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penyalahgunaan senjata api yang menyebabkan NPM, bocah berumur tujuh tahun asal Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo menjadi korban peluru nyasar.

Bripka MW ditetapkan sebagai tersangka setelah Direktorat reserse kriminal (Ditreskrimum) umum Polda Gorontalo melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait kejadian tersebut.

“Setelah dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan, pada hari Jumat (03/12/2021) melalui hasil gelar perkara, Bripka MW telah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono, SIK, Senin (6/12/2021).

Saat ini, lanjut Wahyu Tri Cahyono, Polda Gorontalo masih melengkapi administrasi penyidikan serta mengirimkan barang bukti berupa satu proyektil peluru dan satu unit senjata api ke laboratorium forensik di Makassar.

“Untuk menguji apakah proyektil peluru dan senjata api digunakan oleh Bripka MW ini identik atau tidak, nanti didasarkan pada hasil uji balistik di Laboratorium Forensik Polri Makassar,” katanya menerangkan.

Wahyu Tri Cahyono memastikan pihaknya akan bekerja dengan profesional dalam menangani kasus tersebut. Jika terbukti melakukan, Bripka MW akan dijerat Pasal 1 ayat (1) Undang-undang darurat Republik Indonesia Nomor 12 /1951 dan Pasal 360 KUHP.

“Selain itu, sebagai anggota Polri tidak hanya berlaku sanksi pidana umum tetapi berlaku juga sanksi kode etik profesi Polri yang ancaman terberatnya adalah PTDH. Yakinlah bahwa kami akan bekerja secara profesional dan transparan,” tegas Wahyu Tri Cahyono.

Sebelumnya, sebuah benda menyerupai peluru menembus paha kanan NPM, Bocah berumur Tujuh tahun asal Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Diduga, benda tersebut merupakan peluru milik salah satu anggota polisi di Gorontalo. (***)

 

Penulis : Sucipto Mokodompis

(Visited 202 times, 1 visits today)

Komentar