Sabtu, 4 Juli 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bruak!!! Innalillahi, Jazz Hantam Pohon Tewaskan Tiga Sahabat

Oleh Fajriansyach , dalam Headline Kabar Nusantara , pada Sabtu, 3 September 2016 | 09:51 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id- Trauma masih membekas di benak Gede Yoga Arya. Sambil rebahan di tempat tidur kamar 716 RS Husada Utama, pria 23 tahun itu masih tampak terpukul dengan kecelakaan maut yang merenggut nyawa ketiga sahabatnya pada Rabu tengah malam (31/8). Dia banyak diam seperti tak ingin mengingat peristiwa maut tersebut.

Yoga, sapaan akrabnya, merupakan korban selamat dalam peristiwa itu. Versi kepolisian, Honda Jazz yang dinaikinya gagal menyalip pikap Suzuki Carry. Mobil bernopol L 1830 FH tersebut lantas hilang kendali dan menabrak median jalan.

Malam itu, Honda Jazz ditumpangi lima orang. Yakni, Kendri Kendra Asridiyan (pengemudi), 23; Bagus Permata, 23; Bayu Prasetyo, 23; Gede Yoga Arya, 23; dan Riskie Sekar Arum, 25. “Kami habis cuci mobil di daerah Bungurasih,” kata Yoga kemarin (1/9).

BACA  Ultah ke-59 Presiden Jokowi, Ramai Doa dan Ucapan Selamat

Mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi dari selatan Jalan Ahmad Yani (arah Sidoarjo menuju Surabaya). Diduga, kecepatan mobil tersebut mencapai 100 km/jam lantaran jalanan sepi.

Awalnya, mobil tersebut memang konsisten melaju di lajur tengah, iring-iringan dengan pikap Carry sejak dari bundaran Waru.  “Pikap di depan, Jazz nyusul di belakang,” kata Eko Yudha Nugroho, pengendara sepeda motor yang mengetahui kecelakaan maut itu.

Nah, setelah menyalip Eko, Jazz pindah ke jalur kanan dan berniat mendahului pikap. Namun, tiba-tiba dia kaget lantaran pikap juga membanting setir ke kanan. Mobil oleng. Refleks, Kendri membanting setir ke kanan. Bruak!!! Mobil tersebut naik ke median jalan dan menabrak pohon besar di sana. Moncong mobil ringsek berat. “Wah, mati. Itu saja yang ada di pikiran saya,” terang Eko.

BACA  Tanggapi Penangkapan SH, Duke Arie : Klien Kami Tak Pernah Melarikan Diri

Pria asal Jombang itu menambahkan, saat mengetahui Jazz menabrak pohon, pikap di depan sempat menepi. Sopirnya sempat menengok ke belakang. Namun, sebentar kemudian kabur. “Saya sempat berpikir mengejar pikap itu. Tapi, saya tidak tega karena mendengar teriakan minta tolong dari dalam mobil,” terangnya.

Akibat kecelakaan itu, kondisi paling parah dialami Kendri. Dia yang berada di balik kemudi tergencet dasbor dan mesin yang masuk ke dalam kabin mobil. Lehernya patah. Kepalanya mengeluarkan banyak darah. Riskie yang duduk di sampingnya mengalami patah tulang punggung karena tergencet dasbor mobil.

BACA  Tanpa Gelar Pasukan, Upacara Hari Bhayangkara Dilaksanakan Secara Virtual

Bagus yang duduk di kursi belakang dengan diapit Yoga dan Bayu terlempar ke depan membentur dasbor. Darah juga me­ngucur dari kepalanya. Dia pun sempat muntah darah, lalu pingsan. Kaki dan pinggul Yoga patah.

Sementara itu, dada Bayu tergencet dan diperkirakan mengalami luka dalam yang parah. Akibat peristiwa itu, Kendri, Bagus, dan Riskie tewas. Kondisi Bayu kini kritis. Yang agak mending adalah kondisi Yoga.

Laman: 1 2


Komentar