Selasa, 5 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



BSPS Hanya Jadi Isapan Jempol Bagi Keluarga Nangsi

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Boalemo , pada Sabtu, 28 Mei 2022 | 06:05 Tag: ,
  Kondisi rumah Nangsi. Tampak ibu 2 anak tersebut, berdiri di depan rumahnya. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Betapa bahagianya Nangsi, dan suaminya Roni, begitu dapat kabar dari salah seorang Kepala Dusun di Desa mereka. Bahwa akan ada Tim yang datang untuk memverifikasi data para calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Yang mana, diantara calon penerimanya tersebut, adalah keluarga sederhana ini.

Nangsi mengatakan, saat itu ia diberi kabar oleh Kepala Dusunnya, agar menyiapkan berkas sebelum Tim datang untuk melakukan verifikasi. Berkas dimaksud, seperti KTP, KK, dan pula Surat Hibah Tanah. Namun, ditunggu-tunggu kata Ibu dua anak ini, tim yang diberitahukan, tak kunjung datang. Padahal ia dan suaminya sudah sangat senang mendapat kabar tersebut.

“Kami juga tidak tau pak. Padahal kami sudah menyiapkan berkas sesuai penyampaian dari Kepala Dusun. Ini saya dengar lagi mereka datang ke rumah, hanya kami yang tidak ada. Padahal kan kami selalu ada di rumah. Pasti kecewa pak. Sebab, hanya dikasih surga telinga,” ujar istri dari seorang Buruh lepas tersebut, kepada Hargo.co.id, pada Jumat, (27/05/2022).

Nangsi dan suaminya tinggal di Dusun Tohupo, Desa Wonggahu, Paguyaman, Boalemo, Gorontalo. Menurut Kepala Dusun setempat, mereka memang layak masuk dalam program BSPS. Olehnya, masuk dalam usulannya beberapa waktu yang lalu, bersama sejumlah warga lainnya di Dusun Tohupo, sebagai calon penerima bantuan yang bersumber dari APBN tersebut.

“Saya juga cuma dapat telepon dari Tim Fasilitator waktu itu pak, yang mana mereka akan turun verifikasi di Dusun saya. Jadi saya teruskan informasi itu. Namun, keluarga Nangsi menghubungi saya, dan berkata, tidak ada tim yang datang melakukan verifikasi,” kata Aspin Wanto Biya, Kepala Dusun Tohupo yang dimintai keterangannya pada Jumat, (27/05/2022).

Aspin Wanto Biya menjelaskan, memang benar keluarga Nangsi, dan beberapa warga lainnya di Dusun Tohupo, masuk dalam usulannya untuk mendapatkan BSPS beberapa waktu lalu. Hanya saja menurutnya, dari nama-nama ini, masih akan dilakukan verifikasi. Sehingga baru sebatas calon penerima saja, dan belum tentu dapat bantuan tersebut.

“Pengusulan itu sebelum memasuki bulan Ramadan 2022 kemarin. Saya dapat pemberitahuan juga dari Desa untuk mencari mana rumah-rumah yang layak. Olehnya saya usulkan dari Dusun saya itu ada 15 rumah dari 15 KK, termasuk rumah Ibu Nangsi. Untuk total se-Desa Wonggahu yang saya dapat informasinya lalu itui, ada 40 rumah. Kemudian berjalannya waktu, ada pengurangan jatah, tersisa tinggal 15 rumah. Nah ada 25 yang tidak terakomodir, dan yang di Dusun saya sendiri, sama sekali tidak ada yang terakomodir, termasuk rumah Ibu Nangsi,” kata Kepala Dusun Tohupo.

Sementara itu, Kepala Desa Wonggahu, Iwan Kaiko yang dimintai keterangannya pada Jumat, (27/05/2022) menuturkan, sekitar dua Hari lalu, telah datang Tim yang melakukan verifikasi, yakni Pendamping dan Fasilitator dari Provinsi. Hanya saja, giliran rumah Nangsi yang akan dikunjungi, yang bersangkutan tak ada di rumah. Sementara hasil verifikasi sudah harus dikirim.

“Tidak ditemukan di tempat, maka harus diganti. Pada saat tim verifikasi ke rumah Ibu Nangsi, posisi rumah dalam keadaan tutup. Dan mereka juga masih calon, belum fiks. Para calon ini juga kan dikumpulkan dan diberikan sosialisasi dan edukasi tentang BSPS,” kata Kepala Desa Wonggahu, menerangkan.

Terpisah, Kepala Dinas Perkim Boalemo, Didin Lamusu yang dimintai keterangan juga mengatakan, ada sekian ribu orang warga Boalemo yang diusulkan sebagai calon penerima BSPS 2022 ini. Sementara yang keluar hanya ada sekitar 240 unit. Maklum ketika ada orang yang sudah berharap, karena dari ribuan yang diusulkan, hanya sedikit yang terakomodir.

“Dan ini mungkin tahap pertama, dan akan ada tahap kedua pada September 2022, mungkin ya. Hanya juga kewenangan ini bukan di Perkim Kabupaten, melainkan ada di Perkim Provinsi. Ini kan BSPS dari Balai Perumahan. Jadi untuk hal tersebut, juga bisa ditanya ke pihak Balai Perumahan Perkim Provinsi Gorontalo,” imbuhnya.

“Sudah ada daftar calon penerima di seluruh Kabupaten Boalemo. Cuma karena alokasi kurang, ya mungkin yang dipilih orang-orang yang sangat membutuhkan sesuai hasil verifikasi dari Tim. Saya belum baca Juknis bantuannya, yang saya ketahui nominal bantuan ini sekitar Rp 20 juta. Dan harus ada swadaya dari tuan rumah untuk menambah hal-hal yang kurang,” pungkas Kadis Perkim Boalemo. (*)

Penulis: Abdul Majid Rahman

(Visited 299 times, 1 visits today)

Komentar