Minggu, 25 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Ops… Bukannya Beramal di Bulan Ramadan, ASN di Boalemo Kepergok Selingkuh

Oleh Berita Hargo , dalam Metropolis , pada Selasa, 21 Juni 2016 | 12:25 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id TILAMUTA- Sungguh sangat memalukan, bulan suci ramadan yang seharusnya digunakan untuk memperbanyak amal ibadah, justru diisi dengan perbuatan tidak senonoh. Parahnya kejadian iniĀ  dilakukan dua oknum Aparat Sipil Negara (ASN) di kabupaten Boalemo.

Dua ASN tersebut tertangkap basah tengah melakukan hubungan layaknya suami istri di dalam kost-kosan di Kecamatan Tilamuta.

Ironisnya, kedua ASN tersebut terbukti memiliki keluarga masing-masing.

Informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, keduanya kepergok oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan warga, ketika sedang asyik berduaan dalam kamar kost yang berada di Desa Piloliyanga Kecamatan Tilamuta, Sabtu(18/6) siang.

BACA  Terduga Pelaku Pencuri Sepeda Motor di Isimu Berhasil Dibekuk

[Baca Juga : Begini Cerita Istri yang Suaminya Kepergok Selingkuh]

Kedua ASN tersebut adalah AP (36) alias Co dan HN (40) alias Ya. Keduanya bukan merupakan suami istri yang sah atau lebih kenal sebagai pasangan selingkuhan.

BACA  Aksi Tolak Omnibus Law di Gorontalo Kembali Berakhir Ricuh

Kepala Desa Piloliyanga Hanafi Kasim ketika dikonfirmasi wartawan, membenarkan adanya penggerebekan kamar kost milik AP tersebut.

Penuturan Kades Piloliyanga, setelah digrebek pada pukul 11.30 WITA, Satpol PP dan warga berhasil menemukan AP dan HN berada dalam sekamar.

“Saya akui, dengan kejadian ini kami kecolongan. Apalagi, menurut si AP, dia sudah 2 bulan kost disitu,” ujar Hanafi.
Atas kejadian ini HanafiĀ  akan berusaha untuk menjaga wilayahnya dari kejadian memalukan tersebut.

BACA  Diduga Bawa Narkoba, Pria di Kota Gorontalo Diringkus Polisi

Sementara kepala kantor Satpol PP Kabupaten Boalemo Mizan Uwade yang dikonfirmasi melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Satpol PP, Erfin Susanto membenarkan hal itu.

Menurutnya, saat ini pihaknya tetap akan menindaklanjuti kejadian ini. “Kami masih akan menunggu perintah pimpinan. Namun yang pasti akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (gip/hargo)


Komentar