Kamis, 4 Maret 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bulog Diminta Beli Gabah Petani

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Kamis, 17 Maret 2016 | 14:48 WITA Tag: , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Bagi petani yang kesulitan memasarkan hasil panen gabah atau beras, tak perlu khawatir. Pemerintah kini menetapkan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk membeli beras petani sekaligus menjadi penetral harga jika suatu saat tiba-tiba harga beras melambung.

Tahun ini, Bulog menargetkan 15 ribu ton beras dari produksi Gorontalo.

BACA  Begini Cara Pemprov Gorontalo Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM

Angka ini menurut Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman yang berkunjung ke Gorontalo, Rabu (16/3) kemarin, sangat kecil. Apalagi jumlah produksi beras di Gorontalo terus meningkat. Amran bertambah heran setelah mengetahui target 11 ribu ton tahun 2015 lalu justeru tidak tercapai.

Padahal, berdasarkan angka BPS produksi padi tahun 2015 naik 16.516 ton (5,24 persen) dari 314.704 ton pada tahun 2014. Terkait dengan itu, ia meminta Bulog untuk bisa membeli beras petani.

BACA  Gubernur Gorontalo Lantik 260 Pejabat Fungsional dan 16 PPPK

Caranya, bukan dengan langsung membeli beras tapi gabah kering dan dibeli langsung ke petani.

“Serap gabah, nggak bole beras. Serap gabah langsung ke petani,”ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman, kemarin. Harga gabah kering panen ditingkat petani saat ini berkisar antara Rp 4 ribu higga Rp 5 ribu per kg. Menteri Amran Sulaiman mengklaim bila hal ini menunjukan harga yang cukup baik karena berada diatas HPP Rp 3.700 per kg.

BACA  Rusli Habibie: IOF Bukan Organisasi Kaum Elit

Laman: 1 2


Komentar