Saturday, 25 September 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



BUMD Tinelo Lipu, Ibarat Kerakap di Atas Batu

Oleh Admin Hargo , dalam Kab. Gorontalo Utara , pada Monday, 2 August 2021 | 06:05 AM Tags: ,
  Plh. Sekda Gorontalo Utara, Suleman Lakoro pada rapat evaluasi Bagian Perekonomian dan SDA Sub Bagian BUMD dan BLUD dengan BUMD. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kondisi dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tinelo Lipu dapat diibaratkan seperti kerakap yang tumbuh di atas batu. Kondisinya mati enggan, hidup pun tak mau. 

Penegasan tersebut disampaikan Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Gorontalo Utara (Gorut), Suleman Lakoro belum lama ini.  Suleman Lakoro mengikuti rapat evaluasi yang terkait dengan Bagian Perekonomian dan SDA Sub Bagian BUMD dan BLUD Dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Suleman Lakoro menegaskan bahwa kondisi BUMD Tinelo Lipu tersebut terungkap dalam rapat evaluasi tersebut. 

“Untuk Tinelo Lipu dari hasil laporan tadi, memang kalau bisa diibaratkan seperti kerakap yang tumbuh diatas batu. Mati enggan, hidup pun tak mau,” ungkap Suleman Lakoro. 

Namun demikian, kata Suleman Lakoro, pihak direktur sebagaimana akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk bagaimana perusahaan tersebut tetap bisa berjalan. 

“Direkturnya tetap akan berusaha untuk menjalankan perusahaan tersebut namun dengan catatan mungkin ada suntikan-suntikan dana dari pemerintah daerah,” tegasnya.

Terhadap harapan dari direktur tersebut kata Suleman, pemerintah daerah belum dapat berjanji untuk memenuhi harapan akan adanya suntikan dana tersebut. 

“Pemerintah daerah belum menjanjikan, karena itu masih akan dilakukan audit oleh pihak inspektorat apakah wajar untuk diberikan penyertaan modal atau bagaimana,” ujar Suleman Lakoro.

Dan dalam rapat evaluasi tersebut kata Suleman, ada saran yang disampaikan oleh pihak Inspektorat bahwa untuk tahun ini belum dapat memberikan penyertaan modal. 

“Alasannya jelas karena masih ada masalah pidana yang masih diusut oleh aparat berwajib di BUMD Tinelo Lipu,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Alosius M. Budiman

(Visited 74 times, 1 visits today)

Komentar