Jumat, 26 Februari 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bupati Boalemo Darem Kader PDIP, Anak-Istri Pilih Golkar

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Senin, 22 Mei 2017 | 14:49 WITA Tag: , , , ,
  


TILAMUTA, hargo.co.id – Tak ada yang mengejutkan dari hasil Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD II Golkar Boalemo. Proses pemilihan Ketua Golkar Boalemo itu berujung aklamasi. Seluruh pemegang suara sepakat menjatuhkan pilihan kepada Lahmudin Hambali sebagai Ketua Golkar Boalemo untuk periode 2012-2017.

Lahmudin yang sebelumnya menjabat pelaksana tugas (Plt) Ketua Golkar Boalemo memang telah diunggulkan sebelum Musda digelar.

“Kita memiliki komitmen bersama memajukan Partai Golkar di Kabupaten Boalemo,” jelas Lahmudin Hambali usai Musda.

Sementara Ketua DPD I Partai Golkar Gorontalo Rusli Habibie berharap dengan terpilihnya Lahmudin Hambali secara aklamasi, akan membawa gerbong kejayaan Partai Golkar di masa mendatang. Dia meminta perolehan kursi Golkar di DPRD Boalemo yang saat ini 8 kursi menjadi 10 kursi di pemilu legislatif (Pileg) 2019 mendatang.

“Alhamdulilah Musda ke IV Partai Golkar Boalemo ini berjalan dengan lancar, tidak seperti yang terjadi 5 tahun lalu yang sedikit ada riak -riak karena dinamika politik dengan persaingan cukup ketat. Proses demokrasi Boalemo sudah berjalan cukup bagus. Sehingga Golkar Boalemo bisa lebih jaya ke depan,” Gubernur Gorontalo dua periode itu.

BACA  BPKP Serahkan LHP Akuntabilitas Pemerintah Provinsi Gorontalo

Walau hasil Musda Golkar Boalemo memang sudah seperti dugaan banyak pihak, namun ada satu peristiwa politik yang cukup mengejutkan dari helatan itu. Putra Bupati terpilih Boalemo Darwis Moridu yaitu Wahyu Moridu, resmi menyatakan diri masuk partai Golkar pada momentum itu.

“Anaknya Pak Bupati terpilih Bung Wahyu Moridu menjadi Pinhar di DPD II Golkar Boalemo bersama jajaran pengurus lainnya,” ungkap ketua panitia Musda Djafar Latif Kilo.

Pernyataan Djafar Latif Kilo ini dikuatkan dengan pernyataan Wahyu Moridu dalam akun facebooknya yang dia posting pada pukul 00.00 wita Minggu (21/5). Dalam akunnya, Wahyu Moridu meyatakan bahwa dia telah resmi menjadi bagian keluarga Partai Golkar. Berikut ini adalah pernyataan Wahyu Moridu dalam akun facebooknya.

BACA  Suharso Ingatkan Tujuh Agenda Dalam Rujukan RPJM 2020 - 2024

“Tepat Pukul 00:00 Wita bertempat di Graha Putra Tungal Kab.Boalemo,di Hadapan Ketua DPD 1 PARTAI GOLKAR Prov.Gorontalo yang Juga Gubernur Gorontalo Bapak Drs.Hi.Rusli Habibie,MAP saya menyatakan diri Bergabung bersama Partai Golkar serta menyatakan secara resmi Mengundurkan diri dari Pengurus,Keanggotaan dan kader Partai Amanat Nasional Kab.Boalemo.

Langkah ini saya ambil sebagai bentuk Apresiasi saya terhadap Bapak Gubernur Gorontalo yang dengan tegas menyatakan bahwa Seluruh kader dan Simpatisan serta pengurus Partai Golkar WAJIB mendukung Program-promgram pemerintahan DAMAI yang telah di Tuangkan dalam 14 Program DAMAI SEJAHTERA,” tulis Wahyu Moridu dalam akun facebooknya.

Keputusan Wahyu Moridu bergabung dengan Golkar Boalemo hingga masuk dalam komposisi pimpinan harian (pinhar) menjadi hal yang sangat menarik. Bukan karena statusnya sebagai putra Bupati Boalemo Darwis Moridu.

Tapi pilihan politik yang dia ambil itu berseberangan dengan ayahnya. Sebagaimana diketahui, Darwis Moridu saat ini telah menjadi kader PDIP setelah memutuskan untuk bergabung dengan partai berlogo banteng moncoh putih itu belum lama ini.

BACA  Bahas Pariwisata Gorontalo, Gubernur Akan Temui Menparekraf

Keputusan Wahyu Moridu masuk Golkar, mengikuti jejak ibunya Ransi Makuta yang memang telah menjadi kader Golkar. Bahkan Ransi Makuta kini duduk di DPRD Kabupaten Boalemo menjadi salah satu wakil partai Golkar.

Perbedaan pilihan politik antara Darwis Moridu dengan anak dan istrinya, tentu menjadi hal yang sangat menarik.

Karena sudah dipastikan saat pemilihan legislastif (Pileg) 2019 mendatang, Darwis Moridu akan berada dalam panggung berbeda dengan anaknya Wahyu Moridu dan sang istri Ransi Makuta. Menjadi kader PDIP, Darwis Moridu berkewajiban untuk menjadikan PDIP sebagai pemenang pemilu di Boalemo. Sementara anak dan istrinya harus mengganjal target itu dengan tetap menjaga kebesaran Golkar di Boalemo. (tr-30/rmb/hargo)


Komentar