Senin, 14 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Bupati Hamim Pou Minta BPK RI jadi Ahli di Pengadilan

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Rabu, 23 Maret 2016 | 11:34 WITA Tag: , , ,
  


Hargo.co.id GORONTALO – Bupati Bone Bolango Hamim Pou nampaknya tidak tinggal diam dengan ditetapkannya dirinnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial tahun 2011-2012.

Terbukti, Senin (21/3) Bupati Bone Bolango dua periode itu mendatangi kantor Badan Pemeriksa Keuangan(BPK) RI Perwakilan Provinsi Gorontalo.

Pantauan Gorontalo Post (grup hargo.co.id), Bupati Bone Bolango didampingi sejumlah pejabat utama Pemkab Bone Bolango itu tiba di kantor BPK RI Perwakilan Gorontalo sekitar pukul 11.30 wita.

BACA  Penanganan Stunting dan Pernikahan Anak Jadi Fokus Utama BKOW Gorontalo

Hamim Pou diterima langsung Bingkros Hutabarat selaku Kepala BPK RI Perwakilan Gorontalo. Pertemuan itu berlangsung tertutup, wartawan tidak diperkenankan masuk.

Setelah berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam. Pertemuan itu berakhir. Saat diwawancarai Gorontaklo Post usai pertemuan tertutup itu Bupati Hamim Pou mengatakan, kedatangannya ke kantor BPK RI Perwakilan Gorontalo untuk silaturahim.

BACA  Gubernur Gorontalo Dampingi Ketua BPK RI Berkunjung ke Tempat Wisata Hiu Paus

Selain itu tambah Hamim Pou, pihaknya juga mengkoordinasikan perihal masalah yang menimpa Kepala Dinas Keuangan, Bendahara keuangan dan juga dirinya sebagai Bupati Bone Bolango yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan.

BACA  Ketua BPK RI Minta Pemda di Indonesia Timur Belajar Pengelolaan Keuangan Dari Gorontalo

“Sebagai institusi yang diserahi tanggungjawab oleh UU untuk melaksanakan audit pemeriksaan keuangan pemerintah daerah, maka tentu BPK RI merupakan institusi yang kredibel dan dapat dipercaya,”kata Hamim Pou.

Berkaitan dengan hal itu dijelaskan Hamim Pou, bahwa BPK RI Perwakilan Gorontalo sudah pernah melakukan pemeriksaan keuangan Pemkab Bone Bolango termasuk dana Bansos pada 2012 silam.

Laman: 1 2


Komentar