Minggu, 13 Juni 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Capai Rp 50 Miliar, Pemerintah Terus Tagih Utang Bambang Trihatmodjo

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Nusantara , pada Jumat, 28 Mei 2021 | 19:05 WITA Tag: , ,
  Bambang Trihatmodjo (tengah). (Jawapos)


Hargo.co.id, JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, pihaknya melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) akan terus menagih utang kepada putra Presiden ke-2 Indonesia Soeharto yaitu Bambang Trihatmodjo sebesar Rp 50 miliar.

Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-lain Lukman Efendi mengatakan, pihaknya akan menagih sesuai dengan ketentuan yang berlaku, usai gugatan Bambang ditolak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Selama dia masih belum lunas, ya kami tagih sesuai dengan ketentuan yang berlaku sesuai dengan perundangan-undangan,” kata Lukman dalam acara Pengelolaan Aset Blok Rokan Pasca Kontrak Kerja Sama Migas Berakhir secara virtual, Jumat (28/5).

BACA  Menko PMK Sebut Dana Haji Dijamin Aman

Lukman melanjutkan, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan terkait perkembangan penagihan utang tersebut. Proses penagihan pun masih dilakukan oleh Kantor Wilayah DJKN Jakarta.

“Tentu penagihan jalan terus. Apakah sudah ada angsuran setelah itu? Kami belum cek lagi,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Bambang Trihatmodjo melayangkan gugatan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di PTUN. Gugatan itu muncul karena Bambang dicekal pergi ke luar negeri.

BACA  Pegawai Perempuan KPK Laporkan Dugaan Pelecehan Saat Mengikuti TWK

Pencekalan tertuang di Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 108/KM.6/2020 tanggal 27 Mei 2020. Kebijakan tersebut dikeluarkan pemerintah karena Bambang belum membayar utang senilai Rp50 miliar terkait konsorsium SEA Games XIX 1997.

Saat itu, Bambang menjabat sebagai ketua konsorsium. Untuk perhelatan acara tersebut, Presiden Soeharto memberi dana Rp 35 miliar melalui bantuan presiden dan uang tersebut perlu dikembalikan.

Seiring berjalannya waktu, terdapat beban bunga yang harus dibayarkan sekitar 5 persen per tahun. Sehingga nilainya kini mencapai Rp 50 miliar.

BACA  Gorontalo Gelar Aksi Kemanusiaan untuk Warga Palestina

Kemudian, Bambang mengajukan gugatan ke PTUN, tapi kemudian ditolak. Namun, PTUN Jakarta yang menolak gugatan Bambang Trihatmodjo terhadap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait perpanjangan masa pencekalan. Sehingga, Kemenkeu akan tetap menagih utang kepada Bambang Trihatmodjo.(es/rb/jawapos/hargo)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JawaPos.com, dengan judul: “Pemerintah Terus Tagih Utang Bambang Trihatmodjo Rp 50 Miliar“. Pada edisi Jumat, 28 Mei 2021.

Komentar