Sabtu, 30 Mei 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cara UNG Menjaga Nuansa Daerah Serambi Madinah

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Sabtu, 25 Maret 2017 | 13:11 WITA Tag: , ,
  


Dari Membaca Surat Al Kahfi Massal hingga ‘Wajib’ Puasa Senin-Kamis

Selama ini Gorontalo dikenal dengan daerah serambi madinah. Menjadi bagian dari masyarkat Gorontalo, Universitas Negeri Gorontalo (UNG) merasa punya kewajiban moril untuk menjadi citra itu dengan menggiatkan kegiatan religi yang dinamai program bersujud. 

Nurmawan Gusasi – Gorontalo

Suasana berbeda terlihat di masjid Sabillurasyad UNG, yang berada jalan jendral Sudirman, kelurahan Limba, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo sejak Kamis Sore (23/3).

Menjelang magrib para mahasiswa dan masyarakat duduk berjejer di dalam masjid dengan ditemani aneka kue untuk berbuka puasa.

Mahasiswa dan masyarakat tersebut, sedang menjalankan puasa sunnah senin dan kamis, suasananya pun seperti menjelang buka puasa dibulan suci ramadhan. Sebelum buka puasa diisi dengan pengajian dan juga kajian agama yang disampaikan oleh ustad Rahmat Jafar.

Ketika waktu azan tiba, mereka pun langsung berbuka puasa, dan bergegas menyiapkan diri untuk salat magrib. Sungguh pemandangan nuansa kota serambi madinah yang sejuk.

Setelah sholat magrib mereka mempersiapkan sholat isya, diantara sholat magrib dan isya, ada mahasiswa yang membaca alquran, ada yang melakukan kajian, dan kegiatan – kegiatan lainnya.

Sementara di serambi masjid kampus, ada juga yang berjualan buku – buku tentang agama islam. Ketika masuk sholat isya, mereka pun salat isya berjamaah, dan setelah melaksanakan sholat isya, dilanjutkan lagi dengan kajian agama yang dibawakan oleh ustad Ishak Bakari, dengan tema meneladani pemuda ashabul kahfi.

Usai melaksanakan kajian, kemudian dilanjutkan dengan lanching gerakan membaca surat al kahfi, secara bersama-sama, yang dilaunching oleh dekan F.MIPA, Prof. Dr. Evi Hulukati, M.Pd.

“Kegiatan yang sangat positif, dan menumbuhkan nilai-nilai keislaman di provinsi Gorontalo. Ini akan laksanakan secara berkelanjutan,” kata Prof. Evi.

Setelah itu, memasuki hari Jumat (24/3), dini hari tepatnya pukul 02.00 dilaksanakan sahalat tahajud berjamaah dengan imam ustad Rustam Faidah yang merupakan alumni universitas Islam Madinah.

Dan ketika memasuki waktu subuh, dilaksanakan subuh berjamaah yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, masyarakat serta komunitas pejuang subuh Gorontalo. Setelah subuh, dilanjutkan lagi dengan kajian subuh yang dibawakan oleh ustad Abdurahman Abubakar Bachmid.

Ketua panitia pelaksana, Dr. Akram La Kilo menyampaikan kegiatan ini sudah direncanakan sejak jauh -jauh hari oleh fakultas MIPA, dimana menumbuhkan kegiatan – kegiatan religiu di fakultas MIPA.

“Alhamdulillah keterlibatan mahasiswa sangat banyak, mereka sangat senang dengan kegiatan – kegiatan religi seperti ini,” kata Dr. Akram.

Loading spinner

Laman: 1 2


Komentar