Selasa, 11 Mei 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cara Warga Tumbihe Rayakan Maulid Nabi: Keliling Kampung Bagikan Langsung Kue untuk Anak-anak

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Selasa, 13 Desember 2016 | 15:46 WITA Tag: , , ,
  


Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango terlihat sedikit berbeda dari beberapa lokasi lainnya. Di wilayah itu, anak anak tak harus berdesak desakan untuk bisa mendapatkan kue walima. Mereka menunggu kue tradisional itu di rumah masing-masing.

Senin pagi (12/12), sebagian besar masjid di Kabupaten Bone Bolango terlihat begitu ramai oleh warga. Mereka berdatangan untuk memperoleh kue tradisional yang semalaman sudah didoakan oleh beberapa pedzikir.

BACA  Dari Peringatan Hari Bumi Sedunia, Sampah Ditukar dengan Takjil dan Pohon

Namun, kondisi sedikit berbeda terlihat di Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, Bone Bolango.

Jika di beberapa lokasi lainnya, walima di arak menggunakan mobil pick-up dan bentor, di Kelurahan Tumbihe, warga mengarak walima menggunakan goroba (gerobak) atau disebut Waligo (walima goroba).

Waligo ini ditarik warga keliling kampung sambil membagi-bagikan kue plus nasi kuning dan telur yang diangkut dalam goroba itu kepada sejumlah warga, terutama anak anak dan mereka yang memiliki kekurangan.

BACA  Cegah Klaster Baru, Gorontalo Utara Perketat Perbatasan dan Pelabuhan
Para panitia maulid nabi di Kelurahan Tumbihe, Kecamatan Kabila, saat membagi-bagikan kue dan nasi kuning kepada warga menggunakan Waligo, Senin (2/12). (Foto Natha/GP)

Aksi desak-desakan pun terhindarkan, karena sebagian besar warga sudah menunggu kue tradisional ini di rumah masing-masing. Goroba yang digunakan warga ini pun sudah dihiasi dengan berbagai macam asesoris untuk mempercantik tampilannya.

Mulai dari bendera warna warni yang terbuat dari kertas minyak dan ditancapkan di batang pohon pisang yang ada di sekeliling Waligo.

BACA  Rusli Habibie dan Idah Syahidah Bagi-Bagi ‘Zakati’ ke Porter Bandara

Selain itu, perjalanan Waligo ke rumah rumah warga ini diiringi oleh bunyi drum band yang dimainkan oleh salah seorang warga di atas bentor.
Marten Yusuf, panitia pelaksana kegiatan tersebut mengatakan, Waligo sudah dilaksanakan sejak sejak 19 tahun hingga kini.

Laman: 1 2


Komentar