Rabu, 21 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Catat! Ini Besaran Zakat Fitra untuk Wilayah Gorontalo

Oleh Berita Hargo , dalam Features Gorontalo Headline , pada Rabu, 7 Juni 2017 | 12:34 WITA Tag: ,
  


GORONTALO, hargo.co.id – Pemerintah akhirnya telah menetapkan besaran zakat fitrah pada bulan ramadan 1438 H tahun ini untuk wilayah provinsi Goronalo.

Masing-masing kabupaten/kota besarnya berbeda.  Tertinggi berada di Kota Gorontalo yakni Rp 28 ribu per jiwa.

Angka ini untuk masyarakat Muslim di Kota Gorontalo. Penetapan besaran zakat fitrah berbeda dimasing-masing daerah. Di Kabupaten Boalemo, zakat fitrah terendah Rp 22 ribu per jiwa.

Penetapan tersebut berdasarkan rapat bersama yang digelar pemerintah daerah. Mislanya di Kota Gorontalo, melibatkan pihak seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama (Kemenag), Ormas Islam, Tokoh Adat, Qodi, serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Penetapan zakat fitrah dilakukan awal ramadan lalu.

Sebelum menetapkan besaran zakat fitrah, pemerintah Kota Gorontalo bersama unsur terkait terlebih dahulu membahas secara detail, fluktuasi harga beras di pasaran sebagai bahan konsumsi utama masyatakat Gorontalo sebagai dasar penetapan besaran zakat fitrah.

Dari data yang ada, harga beras di pasaran saat ini berkisar Rp 9 ribu hingga Rp 11 ribu-an per Kg. Penetapan besaran zakat fitrah sendiri dilakukan berdasarkan kebutuhan konsumsi harian masyarakat Kota Gorontalo dengan besaran kewajiban zakat fitrah 2,5 Kilogram per jiwa.

BACA  Bahas Penanganan Covid-19, Kepala BNPB Berkunjung ke Gorontalo

Walikota Marten Taha mengatakan, bahan kebutuhan pokok yang dimakan sehari-hari yakni 2,5 kilogram beras atau bisa dikonversikan dalam bentuk uang tunai sesuai harga bahan makanan sehari hari tersebut.

“Kondisi ekonomi masyarakat yang dilihat dari sudut pandang syariat dan perekonomian,”katanya. Besaran zakat fitrah tahun ini meningkat dibanding dengan tahun lalu, yakni hanya Rp 27.500.-

Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Gorontalo diberi kewenangan untuk mengurus dan mengelola zakat fitrah di Kota Gorontalo.

Di Bone Bolango, besaran zakat fitrah 1438 H yakni Rp Rp27.000 per jiwa. Angka ini justeru turun dari zakat fitrah tahun lalu, yakni Rp 28.000 per jiwa. Penetapan zakat fitrah ini dilakukan dalam rapat pemerintah daerah yang dipimpin Bupati Bone Bolango Hamim Pou, kemarin. Rapat melibatkan Asisten Bidang Administrasi Syarifudin Uloli, Kemenag, Qadhi Suwawa Dr. KH. Lukman Katili, S.Ag, M.Thi, unsur Bagian Kesra Setda Bone Bolango, para Camat, sejumlah imam masjid, dan pemangku adat setempat.

BACA  Sel Sampah TPA Talumelito Ditargetkan Selesai November

Qadhi Suwawa, Dr. KH. Lukman Katili, S.Ag, M.Thi, menjelaskan bahwa penetapan besaran zakat fitrah untuk Kabupaten Bone Bolango dikonversi menjadi Rp27.000 per jiwa dengan pertimbangan sesuai ketentuan agama. Dimana, besaran zakat fitrah itu satu sha atau empat mud (satuan ukuran).

Nah, setelah dikonversi ke kilo gram (Kg) dalam bentuk beras, itu sama dengan 2 ¾ Kg atau dikonversi ke liter menjadi 3 ¹/3 liter beras. Kemudian untuk 2 ¾ Kg beras itu kita sudah genapkan menjadi 3 Kg beras. Maka dengan harga beras rata-rata di pasaran di wilayah Bone Bolango Rp9.000 per liternya, maka 3 Kg beras dikali Rp9.000 sama dengan Rp27.000.

“Penetapan besaran zakat fitrah untuk Kabupaten Bone Bolango tentunya agak dibawah dari standar penetapan di tempat lainnya, seperti di Kota Gorontalo itu besaran zakat fitrahnya Rp28.000 per jiwa,”jelas Lukman Katili.

Lukman pun berharap dengan adanya penetapan besaran zakat fitrah ini, maka masyarakat punya standar dalam membayar zakat fitrah. Jangan sembarang memberikan atau mengeluarkan zakat fitrah, apalagi sampai dibawah dari yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

BACA  Masyarakat Perlu Memahami Upaya Penanganan Covid-19

”Jadi penetapan besaran zakat fitrah ini merupakan standar minimal. Artinya kalau ada yang memberi zakat fitrah lebih dari yang telah ditetapkan itu lebih bagus, tapi jangan kurang dari standar yang telah ditetapkan,”pungkasnya.

Sementara itu, zakat fitrah di Kabupaten Pohuwato sebesar Rp 25 ribu, jumlah ini juga turun dari angka tahun sebelumnya yakni Rp 26 ribu. Kabag Kesra Pohuwato, Daiman Ali menjelaskan, ketetapan zakat fitrah dilakukan bersama instansi terkait.

Mekanisme penyaluran, kata Daiman, bisa langsung kepada pemerima maupun melalui Baznas Daerah.

Di Kabupaten Boalemo, Pemda membagi dua golongan zakat fitrah. Yakni golongan I sebesar Rp 27.000/jiwa dan golongan II Rp 22.000/jiwa.

“Penetapan dilakukan bersama dalam rapat Senin (5/6) lalu,” Kabag Kesra Setda Boalemo, Fadlina Podungge SPd MSi. Untuk Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara, hingga kemarin belum menetapkan besaran zakat fitrah. (gip/roy/nrt/kif/hargo)


Komentar