Selasa, 24 Mei 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Perlu Adanya Sinergitas

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 17 Mei 2017 | 15:54 Tag: ,
  

Hargo.co.id. LIMBOTO – Tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gorontalo masih terbilang cukup tinggi. Hal ini dapat menimbulkan keresahan dikalangan masyarakat, terutama bagi mereka yang menjadi korban kekerasan. Ironisnya meskipun perilaku kekerasan terhadap perempuan dan anak ini secara jelas diatur dalam UU dan ancaman hukumannya cukup berat, namun tindakan kekerasan ini justru kian merajalela.

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gorontalo mencatat sedikitnya terdapat 15 kasus kekerasan yang terjadi selang Bulan Januari hingga Mei 2017.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Gorontalo, Dewi Masita Usman saat diwawancarai diruang kerjanya (Rabu,17/05), mengatakan, sejauh ini kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak ini di Kabupaten Gorontalo, mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang ada menunjukkan bahwa, sedikitnya 15 kasus yang terjadi selama lima bulan terakhir. Dari 15 kasus tersebut, 7 diantaranya adalah kasus pelecehan seksual, sementara sisanya merupakan kasus kekerasan secara fisik yang dialami oleh perempuan dan anak-anak.

Sementara itu, faktor penyebab terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, lebih banyak dipengaruhi oleh pengaruh minuman keras, selain itu dengan adanya kemajuan tehnologi saat ini, juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pelecehan seksual.

” Tugas kita adalah mencegah terjadinya kekerasan dan melindungi para korban kekerasan. Jadi setiap kasus yang dilaporkan, maka akan dilakukan pendampingan hingga pada proses hukum. Kita juga selalu berkoordinasi dengan lintas sektor yang ada terutama dengan Dinas Kesehatan untuk kepentingan Visum bagi korban kekerasan fisik maupun pelecehan seksual.” Kata Dewi

Dewi juga mengakui bahwa data yang ada hanya merupakan bagian kecil dari jumlah kasus yang mencuat kepermukanan. Sementara jika dilihat, masih banyak kasus kasus serupa yang terjadi namun terselubung dan sulit terdeteksi. Alasannya, masih banyak masyarakat yang enggan jika masalah ataupun aib keluarganya diketahui orang lain.

” Masih banyak masyarakat yang kurang memahami ketentuan hukum yang mengatur tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, sehingganya kita selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat, jika terjadi kasus kekerasan agar segera melapor kepada instansi terkait ataupun pihak berwajib.” Jelasnya.

Kasus kekerasan yang sering menimpa para perempuan dan anak ini tidak bisa dibiarkan terus terjadi, upaya pemerintah dan pihak-pihak terkait dalam menangani masalah ini sangat diharapkan. Selain itu keterlibatan masyarakat atau keluarga dalam hal penanganan masalah ini juga menjadi salah satu upaya yang lebih efektif. (rvg/hargo).

(Visited 2 times, 1 visits today)

Komentar