Selasa, 20 Oktober 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cegah Virus Corona, Tentara Korut Tembak Mati Pria Korsel

Oleh Tirta Gufrianto , dalam Kabar Dunia , pada Sabtu, 26 September 2020 | 10:05 WITA Tag: , ,
  Zona Demiliterisasi di perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan. Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Lee Jae-won/Arsip Foto/wsj


Hargo.co.id, SEOUL – Pasukan Korea Utara menembak mati seorang pejabat perikanan Korea Selatan yang hilang awal pekan ini. Tubuh pejabat nahas itu kemudian disiram dengan minyak dan dibakar untuk mencegah wabah virus corona.

Seperti yang dilansir JPNN.com, Militer Korsel mengatakan bukti menunjukkan pria itu berusaha untuk membelot ke Utara ketika dia dilaporkan hilang dari kapal perikanan pada Senin (21/9) sekitar 10 kilometer selatan Garis Batas Utara (NLL).

“Militer kami mengutuk keras kekejaman seperti itu, dan sangat menuntut Korea Utara memberikan penjelasan dan menghukum mereka yang bertanggung jawab,” Jenderal Ahn Young-ho, yang bertanggung jawab atas operasi di Kepala Staf Gabungan, mengatakan dalam sebuah pengarahan.

BACA  Aleg DPRD Kabgor Minta Warga Tidak Sepelekan Covid-19

Militer Korsel tidak tahu pasti mengapa pria berusia 47 tahun itu ditembak mati. Namun, pasukan Korut diduga kuat bertindak di bawah protokol anti-virus.

Mengutip sumber-sumber intelijen, militer mengatakan pria tak dikenal itu tampaknya telah diinterogasi di laut, sebelah utara NLL dan sekitar 38 kilometer dari tempat dia hilang.

Setelah itu, dia dieksekusi atas perintah dari otoritas yang lebih tinggi. Pasukan dengan masker gas kemudian menyiram jasadnya dengan minyak dan membakarnya.

Pada Rabu (23/9), militer Korsel mengirim pesan ke Korut melalui perbatasan darat untuk meminta penjelasan, tetapi belum menerima tanggapan apa pun.

BACA  Sempat Menang, Pasukan Azerbaijan Tak Berdaya Melawan Serangan Balik Armenia di Hari Kedua

Komandan militer Amerika Serikat di Korsel mengatakan bulan ini bahwa pasukan Korut telah diberi “perintah tembak-untuk-membunuh” guna mencegah virus corona memasuki negara itu.

Penegakan ketat atas perintah tersebut mungkin merupakan upaya untuk mencegah wabah mengganggu parade militer besar yang diperkirakan akan diadakan pada 10 Oktober, ketika negara itu memperingati berdirinya Partai Pekerja Korea.

“Dalam banyak hal, parade ini merupakan potensi risiko virus yang sangat besar. Dan tampaknya ketakutan tentang risiko itu menyebabkan aturan tembak-untuk-membunuh,” kata CEO Korea Risk Group Chad O’Carroll dalam sebuah unggahan di Twitter.

Pada Juli, seorang pria yang membelot ke Korsel tiga tahun lalu memicu ketakutan akan virus corona ketika dia menyeberang kembali ke Utara.

BACA  Hadapi Pemilu Presiden AS, Google Bakal Blokir Iklan Politik

Kedatangannya mendorong pejabat Korut untuk mengunci kota perbatasan dan mengarantina ribuan orang karena khawatir dia mungkin tertular virus corona, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia kemudian mengatakan hasil tesnya tidak meyakinkan.

Pekan lalu, polisi Korsel menangkap seorang pembelot yang menurut mereka telah mencoba kembali ke Korut dengan membobol tempat pelatihan militer di kota perbatasan Cheorwon, di Selatan. (ant/dil/jpnn/hg)

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “Cegah Virus Corona, Tentara Korut Tembak Mati Pria Korsel“. Pada edisi Jumat, 25 September 2020.

Komentar