Selasa, 1 Desember 2020
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cerita Para Tetangga, Seperti Ini Kedekatan Pria yang Bacok Wanita Idamannya

Oleh Berita Hargo , dalam Features Headline Metropolis , pada Kamis, 25 Mei 2017 | 00:00 WITA Tag: , ,
  


GORONTALO,hargo.co.id-  Peristiwa pembacokan terhadap Hadija Suaiba (40) alias Tetin yang dilakukan AR (50) alias Daeng benar-benar membuat gempar warga Dembe Jaya, Kota Gorontalo.

Ditengarai, aksi nekat Daeng dipicu oleh sakit hati akibat asrama. Daeng menaruh hati terhadap Tetin. Hanya saja, niat Daeng itu tak direspon Tetin.

Menurut pengakuan sejumlah warga yang berada di sekitar rumah Tetin saat ditemui Gorontalo Post (grup hargo.co.id), antara Daeng dan Tetin memang dikenal cukup dekat.

Hal itu sering terlihat dari kedekatan keduanya saat tengah berjualan di pasar ataupun di sekitar pasar. Bahkan, beberapa kali warga sempat melihat Daeng berada di rumah Tetin.

“Mereka memang dekat,” ujar salah seorang tetangga korban yang enggan disebutkan namanya itu.

Korban Hadijah ketika mendapat perawatan di RS Aloei Saboe.

Dalam keseharian, Tetin dikenal ramah. Perempuan berkulit terang itu kerap bertegur sapa dengan warga. Pun dalam menjalankan aktivitas keseharian sebagai pedagang kue di pasar Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara.

Perempuan dengan postur tubuh padat berisi itu dikenal murah senyum. Tak heran meski usianya sudah memasuki kepala empat, raut kecantikannya masih tersirat jelas.

BACA  Lewat Edukasi dari Polres Bone Bolango, Warga Mulai Patuh Protokol Kesehatan

Selama ini, Hadija memang hanya tinggal bersama Ayah dan dua anaknya. Suaminya tidak lagi tinggal di rumah. Namun, Keduanya belum berstatus cerai.

[Baca: Sadis!!! Ibu Dua Anak Tiba-tiba Dibacok, Lengan Nyaris Putus, Jadinya…]

“Suaminya tidak lagi tinggal disini, mereka sudah pisah rumah sejak satu tahun belakangan ini,” timpal salah seorang warga.

Bersamaan dengan itu, belakangan ini korban terlihat dekat dengan pelaku. Sehingga, saat pembacokan itu terjadi, warga mengaku terkejut karena antara pelaku dan korban dikenal dekat.

“Ibu itu sudah 2 tahun kesehariannya sebagai penjual kue di pasar, sedangkan Daeng penjual telur dan ayam di pasar juga, mereka sering terlihat bersama saat di pasar,”tambahnya.

Warga mengaku tidak terlalu kenal dekat dengan sosok Daeng. Namun, warga mengakui Daeng belakangan diketahui memang sudah mempunyai istri.

Menurut Amelia, putri Tetin, ayahnya kadang pulang ke rumah. Diakui pula, bahwa ibunya sudah lama kenal dengan pelaku, karena mereka sama-sama pedagang di pasar sore.

BACA  Protes Penghinaan Nabi Muhammad, Foto Presiden Prancis Dijadikan Keset

“Memang pelaku ini sering ke rumah, karena hanya sebatas teman ibu saya menjual telur. Bahkan, saya sering melihat mereka keluar bersama. Pelaku memang suka sama ibu saya. Tetapi karna pelaku ini punya istri jadi ibu saya tidak mau, ibu hanya menganggap bahwa dia hanya sebatas teman yang sama-sama berdagang,”aku Amel.

Lebih lanjut Amel juga mengakui sudah berjalan dua pekan terakhir, ibunya sering mendapatkan SMS teror yang diduga kuat dari istri Daeng. Hal itu yang menjadi alasan utama sehingga ibunnya sering menolak ketika diajak untuk jalan dan bertemu.

“Satu minggu sebelum kejadian ini menimpa ibu saya, Daeng sering mengintai rumahnya, dan saya yang sering melihatnya,” kata Amel.

Dengan kejadian ini pihak keluarga kata Amel berharap agar Daeng pelaku pembacokan ini bisa di tangkap dan diadili sesuai dengan perbuatanya “Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap Pelaku yang membacok ibu kami,” tandasnya.

BACA  Ini Alasan Paslon Nomor 4 Tak Hadiri Debat Pilkada Bone Bolango

Terpisah, Rifal Yusuf anak korban membantah tegas jika ada hubungan antara korban dan pelaku. “Saya tidak tau kalau mereka ada hubungan atau tidak, cuma setau saya orang itu (Pelaku,red) penjual di pasar yang sama tempat ibu saya berjualan,” ujarnya.

Lebih lanjut Rifal menambahkan, Kejadian yang menimpa ibunya berlangsung sangat cepat, Ia dan kakeknya juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena saat itu pelaku membawa para yang cukup panjang dan tajam.

“Saya tadi langsung teriak minta tolong, Lalu pelaku langsung lari,”ungkapnya.

Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya saat dikonfirmasi terkait kasus ini membenarkan jika antara pelaku dan korban memang memiliki hubungan asmara.

Dan diduga motif pembacokan ini adalah, pelaku sakit hati akibat tidak lagi diladeni oleh korban yang mengaku sering kali mendapat teror sms dari orang tidak dikenal agar tidak lagi berhubungan dengan pelaku.

“Pelaku juga sempat mengancam korban,” tutup Kapolres. (tr-45/tr-53/hargo)


Komentar