Minggu, 4 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cerita Pemain Timnas Sepak Takraw Indonesia Di Pertandingan Perdana Asian Games 2018

Oleh Berita Hargo , dalam Features Headline , pada Senin, 20 Agustus 2018 | 23:57 Tag: , ,
  

Hargo.co.id - TAKUT, grogi, dan gugup menerpa semua atlet yang berlaga di ajang Asean Games (AG) 2018 termasuk atlet cabang olahraga sepak takraw yang sudah dimulai Minggu 19 Agustus 2018 kemarin…..

Much Yasin / Wartawan Olahraga Gorontalo Post

Adalah Herson Mohamad dan empat rekannya Hendra Pago, Abdul Halim Rajiu, Rezky Djaina dan Rizky Pago, kelima atlet sepak takraw asal Gorontalo yang kini berkostum timnas sepak takraw Indonesia yang juga mengalami gugup sekaligus grogi bercampur takut pada pertandingan perdana menghadapi Timnas sepak takraw Iran di GOR Jakabaring, Palembang Minggu siang kemarin.
“perasaan tadi sangat bangga, dan ada rasa takut juga. bangga disini karena ini pertama kali ikut Asian Games.

Trus rasa takut itu sudah memang tidak bisa di bohongi lagi, apalagi bagi setiap atlet pasti ada yang merasakan takut bercampur gugup. Namun tinggal bagaimana cara kita menghilang kan rasa takut itu dengan berbagai cara seperti teriak dan lari-lari seperti yang tadi kami lakukan,” ungkap Herson Mohamad usai pertandingan saat dihubungi Gorontalo Post kemarin.

Pengalaman berharga tampil dipertandingkan perdana ajang bergengsi sekelas AG diakui Herson dkk menjadi impian semua atlet di tanah air termasuk ia dan rekan-rekannya. “Ini adalah kesempatan emas bagi kami seorang atlet, dan tentunya menjadi pengalaman yang sangat berharga,” timpal Hendra Pago kapten Timnas sepak takraw Indonesia di AG 2018.

Sementara itu, lain halnya dengan Abdul Halim Rajiu yang merasa lebih rileks pada pertandingan perdana dibandingkan rekan-rekannya yang lain. “Perasaan tadi saat main perdana biasa saja. Tidak ada perasaan apa-apa, hanya saja lebih pada masih meraba-raba kemampuan lawan untuk modal menuju pertandingan berikutnya,” ungkap Abdul Halim Rajiu yang sudah banyak merasakan atmosfer pertandingan dengan tensi tinggi seperti Asean Games.

Menang atas Iran bukan Jaminan.

Hasil memuaskan dipertandingan perdana menghadapi Iran diakui sang pelatih Asry Syam bukan sebuah jaminan untuk bisa meraih hasil lebih baik dipertandingan selanjutnya. “Ini baru awal, lawan lebih berat akan kita jumpai dipertandingan selanjutnya,” kata Asry Syam.

Thailand, Malaysia, Jepang, India dan Singapura adalah negara-negara lawan yang harus diwaspadai dipertandingan selanjutnya. Apalagi nomor pertandingan yang diikuti bukan hanya nomor regu, tapi juga lainnya seperti Tim maupun quadran. “Pertarungan baru dimulai, saya bersyukur dipertandingan awal nomor tim kita bisa raih kemenangan. Insyaallah dipertandingan selanjutnya bisa raih hasil lebih baik lagi,” harap Asry Syam.

Hal senada juga disampaikan sekretaris Pengprov PSTI Gorontalo, Mud Mada yang menyempatkan diri menyaksikan pertandingan pertama atlet-atlet Gorontalo diajang Asean Games 2018. “Bukan hanya atlet yang grogi tadi, saya juga sempat merasakan. Namun dalam hati saya, Sangat yakin bahwa mereka bisa mengatasi perasaan gugup ini, dan terbukti mereka sukses memenangkan pertandingan pertama tadi.

Namun saya berharap sekaligus berpesan kepada mereka untuk tetap fokus dan jangan terbawa emosi atau terlalu banyak bereforia usai kemenangan tadi, karena perjuangan sebenarnya barulah dimulai,” jelas Mud Mada saat dikonfirmasi Gorontalo post.(*)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar