Kamis, 29 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cerita WNI di Wuhan, Masker Mahal dan Ibu Hamil Ingin Segera Pulang

Oleh Admin Hargo , dalam Kabar Dunia , pada Senin, 27 Januari 2020 | 17:05 Tag: , ,
  Situasi terkini di Wuhan. Harga masker dikatakan menjadi mahal (Dok. Muhammad Arief-Mahasiswa Indonesia di Wuhan)

Hargo.co.id – Penduduk di Wuhan, Tiongkok, tengah menghadapi kesulitan usai pemerintah setempat mengisolasi wilayah tersebut imbas dari virus korona. Tak hanya warga lokal, WNI yang tengah berada di sana pun mengalami kesulitan yang sama. Mereka pun berharap-harap cemas.

Kendati secara kesehatan kondisi mereka baik-baik saja, namun beberapa kesulitan dan kendala tetap dihadapi. Salah satunya adalah mahalnya harga masker.

Tak hanya harga pangan, harga masker di Wuhan mencapai 100 yuan per pack atau hampir Rp 200 ribu. Masker pun sudah mulai sulit didapatkan. Selain mahasiswa, WNI lainnya yakni ibu yang tengah hamil dan anak-anaknya.

“Masih ada ibu hamil dan balita asal Indonesia di kota Jingzhou dan 3 mahasiswa Xiangyang. Dan, kami sangat kekurangan masker. Harga masker 1 pack sudah mencapai 100 yuan,” kata Mahasiswa Kedokteran Medicine Bachelor and Bachelor of Surgery, Muhammad Arief kepada JawaPos com, Senin (27/1).

Ibu hamil tersebut tinggal bersama suami di Jingzhou. Sang ibu ingin segera dievakuasi dan melahirkan di Indonesia.

“Kami butuh masker dan ada ibu hamil serta balita. Sang ibu tersebut ingin melahirkan di kampungnya di Banjarmasin, Kota Banjar Baru,” ujar Arief.

Sebagai perwakilan mahasiswa dan WNI Jingzhou-Xiangyang, Arief sangat mendesak pemerintah dan pihak berwenang untuk memberikan solusi bagi ibu hamil dan balita. Tambahan kesulitan lainnya yakni seorang WNI atas nama Julivia dari Kota Songzi sampai saat ini belum diberi masker oleh pemerintah setempat maupun dari KBRI.

“Yang bersangkutan (warga yang belum dapat masker) masih menunggu kiriman dari keluarga suami orang Tiongkok, tapi tidak tahu bisa sampai atau tidak, karena banyak akses jalan diblokir,” jelasnya.

Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah membenarkan semua harga bahan pangan dan logistik serta masker melambung di Wuhan. Hal itu karena ketersediaan yang terbatas. Dan, untuk WNI ibu hamil yang masih terjebak masih akan dibahas oleh KBRI.

“Harga mahal betul. Kami masih data assesment dulu. Itu harga masker mahal akan kami bahas dengan KBRI. Untuk ibu hamil, kami bersimpati pada ibu tersebut. Mudah-mudahan rekan-rekannya berikan support, kami sama-sama support yang terbaik. KBRI pastikan semua dalam kondisi baik. Saya tak bisa sampaikan case by case,” tegas Teuku Faizasyah.

*Berita ini juga disiarkan jawapos.com edisi senin 27 januari 2020

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar