Senin, 19 April 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Cetak Delapan Gol Tanpa Balas saat Melawan Filipina, Pelatih Timnas Indonesia U-16 belum Puas

Oleh Aslan , dalam Sportivo , pada Senin, 30 Juli 2018 | 10:59 WITA Tag: ,
  


Hargo.co.id, SIDOARJO – Timnas Indonesia U-16 menghajar Filipina delapan gol tanpa balas pada laga perdana Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (29/7) malam.

Pesta gol dimulai saat laga baru berjalan dua menit melalui M. Supriadi. Ribuan suporter timnas kembali bersorak ketika tandukan Komang Teguh Trisnanda mengoyak gawang Filipina pada menit ke-19. Dominasi timnas semakin terlihat setelah M. Fajar Fathur Rachman mencetak gol ketiga (32′).

BACA  Polemik All England, Menpora: Jangan Sampai Ini Kita Diamkan

Keunggulan ini tak membuat pelatih Fakhri Husaini puas. Eks gelandang timnas itu memasukkan darah baru pada kedua dengan menurunkan Rendy Juliansyah dan Amanar Abdillah. Itu membuat lini depan timnas semakin garang.

Hasilnya, David Maulana dkk menambah lima gol yang diciptakan oleh Sutan Zico (45′), Rendy Juliansyah (56’), dan dua gol dari Amirudin Bagus (67’,73’). Satu gol lainnya tercipta dari titik putih setelah Amirudin Bagus dijatuhkan bek Filipina Raphaelle Gianne Lindo. David Maulana yang menjadi algojo sukses menjebol gawang Filipina menit (63’).

BACA  Polemik All England, Menpora: Jangan Sampai Ini Kita Diamkan

”Ini berkat doa masyarakat Indonesia. Mereka bermain bagus, dan melaksanakan tugas dengan baik. Ini hasil dari latihan selama ini,” ucap Fakhri Husaini setelah pertandingan.

Timnas memang unggul segalanya. Statistik mencatat, Filipina hanya mampu melepaskan satu tembakan lewat kaki Khent Brian Bermejo Valenzuela. Bandingkan dengan timnas yang membukukan 20 tembakan, dan delapan diantaranya berbuah gol.

BACA  Polemik All England, Menpora: Jangan Sampai Ini Kita Diamkan

Namun, timnas bukannya tanpa catatan. Fakhri menilai, anak asuhnya masih belum tenang dalam menyelesaikan peluang. Terbukti, ada enam peluang emas yang terbuang sia-sia.

”Itulah sepak bola, pemain kelas dunia juga bisa mengalami situasi seperti ini. Tetapi ini tetap jadi bahan evaluasi,” ujar pelatih berusia 53 tahun itu. (nia/bas/hg)


Komentar