Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Chamdi Mayang Dicopot Sebelum KLB Demokrat Digelar?

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Politik , pada Jumat, 12 Maret 2021 | 10:05 Tag: , ,
  Wakil Ketua DPD Demokrat Gorontalo, Erwinsyah Ismail bersama jajaran pengurus saat menggelar konferensi Pers, Kamis (11/3/2021). (Foto: Sucipto Mokodompis/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Polemik yang terjadi di tubuh Partai Demokrat pasca Kongres Luar Biasa (KLB) yang dilaksanakan di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara pada 5 Maret 2021, berbuntut panjang hingga ke daerah.

Pasalnya, KLB yang menghasilkan Jenderal TNI. Moeldoko, sebagai Ketua Umum tersebut membuat ketua DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) harus menerbitkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk para ketua DPC yang dianggap pembelot. Salah satunya, Ketua DPC Partai Demokrat, Kabupaten Gorontalo, Chamdi Mayang.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Gorontalo, Erwinsyah Ismail. Dikatakannya, SK Plt. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Gorontalo tesebut telah dibuat oleh DPP sehari sebelum digelarnya KLB, yaitu pada 4 Maret 2021. SK dibuat sekaligus dengan 33 nama nama ketua DPC lainnya.

“SK Plt-nya keluar sebelum KLB dilaksanakan, Jadi ini memang sudah diantisipasi sama DPP. Pada 4 Maret, tapi nanti ditandatangani oleh ketum pada 5 Maret,” kata Erwinsyah Ismail kepada awak media Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung DPD provinsi Gorontalo, Kamis (11/3/2021).

Erwinsyah Ismail menjelaskan, pemecatan Ketua DPC partai Demokrat Kabupaten Gorontalo tersebut dilakukan langsung oleh DPP Partai Demokrat, bukan usulan dari pihaknya selaku DPP Partai Demokrat Provinsi Gorontalo.

“Pemecatan Chamdi Mayang itu bukan kami DPD yang usulkan, pas saya hadir di DPP kemarin. Begitu saya duduk langsung di buka 34 nama-nama ketua DPC yang hadir (di KLB) dan itu langsung dikasih tahu, Ini Gorontalo ada dua orang yang hadir,” ungkapnya.

“Jadi saya di DPP kemarin tidak bisa berbuat apa, Itu langsung otomatis surat PLT-nya dikeluarkan,” tambah Erwinsyah Ismail.

Dijelaskannya, berdasarkan keterangan yang diterimanya dari AHY dalam pertemuan yang digelar belum lama ini,  SK Plt yang diterbitkan untuk 34 ketua DPC sudah sekaligus sebagai SK pemecatan.

“SK PLT itu kolektif kolegial, sudah sekaligus pemecatan,” terang Erwinsyah Ismail kepada reporter hargo.co.id, usai menggelar konfrensi pers. Jawaban tersebut dilontarkannya saat ditanyakan apakah ada SK pemecatan untuk masing-masing individu yang di anggap membelot.

Di Provinsi Gorontalo, lanjut Erwinsyah Ismail, ada dua orang kader Demokrat yang telah pecat. Selain Ketua DPC Kabupaten Gorontalo, Kata Erwinsyah Ismail, DPP Demokrat juga memecat wakil ketua DPC Gorontalo Utara.

“Di Kabupaten Gorontalo yang hadir itu adalah Pak Chamdi Ali Tumenggung Mayang yaitu mantan ketua DPC kabupaten Gorontalo dan Pak Harto Husain dari Gorontalo Utara beliau mantan wakil ketua DPC,” ungkap Erwinsyah Ismail.

Informasi lain yang diterima bahwa hingga saat ini, ada 19 orang Ketua DPC Partai Demokrat yang dipecat karena ikut KLB. (hiu/hargo)

Berikut daftar Ketua DPC Demokrat yang dipecat AHY. Nampaknya tidak ada dari Gorontalo.

Sumatera Utara

Ketua DPC Padang Sidimpuan

Ketua DPC Humbang Hasundutan

Sumatera Selatan

Ketua DPC Pagar Alam

Ketua DPC Ogan Ilir

Ketua DPC Musi Banyuasin

Jawa Tengah

Ketua DPC Tegal

Ketua DPC Blora

Jawa Timur

Ketua DPC Ngawi

Sulawesi Selatan

Ketua DPC Sidrap

Ketua DPC Barru

Ketua DPC Pangkajene dan Kepulauan

Ketua DPC Takalar

Sulawesi Utara

Ketua DPC Sitaro

Ketua DPCTomohon

Ketua DPC Sangihe

Ketua DPC Bolaang Mongondow

Ketua DPC Bolaang Mongondow Timur

Ketua DPC Bolaang Mongondow Utara

Ketua DPC Bolaang Mongondow Selatan.

(Visited 7 times, 1 visits today)

Komentar